RADAR JOGJA – Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti akhirnya bisa mendapatkan vaksin Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Sebelumnya dia gagal mendapatkan suntik vaksin perdana. Penyebabnya adalah kondisi kesehatan yang tak memungkinkan untuk mendapatkan vaksin Sinovac.

Haryadi mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 pertama di Rumah Sakit Pratama. Sebelumnya dilakukan pemeriksaan kesehatan sebagai prasyarat awal. Setelah dinyatakan sehat, akhirnya mendapatkan suntikan Covid-19 di tangan sebelah kiri.

“Saya merasa lega karena sudah menjalankan keinginan pribadi untuk bisa divaksin. Vaksinasi penting untuk melindungi diri sendiri dan melindungi orang lain,” jelasnya usai menjalani vaksinasi Covid-19 di RS Pratama, Jumat (5/3).
Pria yang juga menjabat Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja ini sejak awal meniatkan diri untuk bisa divaksin Covid-19.

Tapi saat vaksinasi Covid-19 tahap pertama, kondisinya tidak memungkinkan untuk disuntik. Termasuk saat pencanangan vaksinasi bagi lanjut usia (lansia) di Kota Jogja beberapa waktu lalu.

Akhirnya setelah melalui tahapan pemeriksaan kesehatan, Haryadi lolos kriteria. Hingga akhirnya diputuskan untuk menjalani vaksinasi di RS Pratama. Meski masuk dalam tahapan kedua, namun Haryadi tak mempermasalahkan.
“Bukan saya tidak sehat, tapi kriterianya tidak memenuhi vaksin Covid-19 masuk ke tubuh saya. Baru memungkinkan hari ini untuk divaksin,” katanya.

Dalam kesempatan ini Haryadi kembali mengingatkan masyarakat. Bahwa vaksinasi bukanlah penjamin terbebas dari Covid-19. Penerima vaksin tetap bisa terjangkit, hanya saja presentasi tingkat kritis sangatlah rendah.
Haryadi mengajak agar masyarakat tetap patuh dan disiplin terhadap protokol kesehatan. Walaupun sudah divaksin, namun tetap wajib menjalankan 5 M.

Berupa memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.
“Jangan sampai setelah divaksin, tidak melaksanakan protokol kesehatan. Tidak berarti divaksin itu bebas lepas masker. Tetap wajib jalankan protokol kesehatan,” ujarnya.

Haryadi tak lupa mengajak masyarakat untuk menyukseskan program vaksinasi Covid-19. Menurutnya minat masyarakat untuk divaksin Covid-19 di Kota Jogja cukup tinggi. Tapi juga tergantung dari ketersediaan vaksin dari pemerintah pusat.
Diakui olehnya ada ketimpangan antara minat dan pelaksana. Ini karena ketersediaan vaksin tetaplah terbatas. Sehingga pelaksana pelaksanaan dilakukan secara bertahap.

“Kami sudah melakukan pencanangan vaksinasi bagi lansia dan kini terus berjalan. Vaksinasi massal untuk pelaku usaha, pedagang, PKL, pekerja publik dari kawasan Tugu, Malioboro, Beringharjo hingga Alun-alun Utara juga dilakukan,” katanya.(dwi/sky)

Jogja Raya