RADAR JOGJA – Musim penghujan ditambah embusan angin kencang melanda Gunungkidul dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Kondisi yang sama masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul Edy Basuki mengatakan, berdasarkan pemetaan, semua kapanewon memiliki ancaman angin kencang. Gerakan pemangkasan ranting pohon mendesak dilakukan agar tidak roboh ketika hujan.

Banyak kasus pohon besar tumbang karena tidak kuat menahan hujan disertai tiupan angin kencang. “Belakangan banyak kejadian pohon tumbang menimpa bangunan rumah, menutup akses jalan, dan yang lain,” ungkapnya Kamis (4/3).

Pihaknya juga mengingatkan sejumlah wilayah berpotensi banjir zona utara. Meliputi Kapanewon Semin, Ngawen, Patuk, Wonosari, Playen, dan Panggang. Wilayah itu rawan banjir lantaran berada di jalur Sungai Oya. Sedangkan Wonosari berpotensi terjadi banjir genangan.

Sebagai langkah antisipasi, warga yang tinggal di daerah rawan bencana diimbau meningkatkan kewaspadaan. “Di masa pancaroba nanti, potensi angin kencang juga masih ada,” ujarnya.

Sementara itu, peristiwa pohon tumbang kemarin melintang di ruas Jalan Jogja-Wonosari. Sempat terjadi kemacetan panjang sebelum akhirnya petugas datang dan melakukan sterilisasi. Beruntung dalam insiden ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa, karena pada saat kejadian kondisi jalan cukup lengang.

Kapolsek Playen AKP Hajar Wahyudi mengatakan, pohon tumbang terjadi sekitar pukul 06.30, tepatnya di Jalan Wonosari-Jogja kilometer 9 kawasan Hutan Wanagama, Kalurahan Gading, Playen. “Pohon yang tumbang merupakan jenis Wali Kukun setinggi kurang lebih 25 meter, dan melintang menutupi jalan raya,” kata Hajar. (gun/laz)

Jogja Raya