RADAR JOGJA – Perekrutan abdi dalem Kawedanan Hageng Punakawan (KHP) Kridhomardowo Keraton Jogja, belum mencapai target. KHP Kridhomardowo menargetkan antara 100-150 calon abdi dalem.

Ketua Panitia Penerimaan Abdi Dalem Kridhomardowo MB Brongtomadyo Brongtomadyo menjelaskan, hingga saat ini baru ada sekitar 60 nama calon yang masuk dalam data pendaftaran. “Walaupun belum mencapai taget, keraton telah menutup pendaftaran 1 Maret lalu. Yang ada ini dulu saja yang akan diseleksi oleh tim KHP Kridhomardowo,” jelasnya di Keraton Kilen, kompleks Keraton Jogja, Kamis (4/3).

Dari data yang ada, 60 calon abdi dalem itu didominasi anak-anak muda yang masih sangat produktif. “Kebanyakan yang daftar berumur 20-35 tahun, tapi ada juga yang di atas 35 tahun,” tambahnya.

Para calon abdi dalem yang masuk akan melalui sejumlah tahapan, mulai penyeleksian menurut golongan hingga magang di dalam keraton selama dua tahun. Penyeleksian dilakukan dengan cara memilah para pendaftar sesuai empat golongan yang dibutuhkan yaitu wiyaga, pasindhen, lebdaswara, dan musikan. “Nanti tim penyeleksi akan memilih dan mengelompokkan siapa saja yang memenuhi persyaratan. Belum tentu semua diterima, pasti ada yang gugur. Tapi, ya kita lihat saja nanti,” ungkapnya.

Walaupun target penerimaan belum tercapai, keraton tidak akan membuka pendaftaran lanjutan ke depannya. “Untuk saat ini sudah tutup dan belum ada dawuh (perintah) dari Kanjeng Notonegoro selaku ketua Kridhomardowo untuk membuka pendaftaran lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Penghageng Parentah Hageng KPH Yudahadiningrat mengatakan, pendaftaran abdi dalem ini diusulkan KHP Kridhomardowo dan keraton mengabulkannya. “Penerimaan calon abdi dalem ini memang kebutuhan KHP Kridhomardowo, karena banyak masyarakat yang menanyakan cara untuk menjadi abdi dalem di keraton, terutama anak-anak muda yang kreatif dalam berseni,” kata pria yang biasa dipanggil Kanjeng Yuda itu. (aga/laz)

Jogja Raya