RADAR JOGJA – Wali Kota Jogja Haryadi optimis 19 ribu pedagang Pasar Beringharjo dan pelaku usaha kawasan Malioboro mendapatkan vaksin Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Guna mendukung program ini, Pemkot Jogja telah menyiapkan 3 titik lokasi vaksinasi. Selain di Pasar Beringharjo adapula di Benteng Vredeburg dan Taman Parkir Abu Bakar Ali.

Program yang berlangsung dari 1 hingga 6 Maret ini menargetkan 3.200 orang setiap harinya. Berdasarkan evaluasi, belum semua pedagang dan pelaku usaha disiplin mengikuti vaksinasi. Terbukti dengan tingkat kehadiran rata-rata yang mencapai 80 hingga 85 persen perharinya.

“Kalau secara umum, tetap optimis, tapi disatu sisi melihat tingkat kehadiran ini kami juga prihatin. Masih berbeda dengan tingkat minatnya yang sudah 90 persen,” jelasnya usai vaksinasi di RS Pratama, Jumat (5/3).

Beberapa catatan mengemuka pasca program berjalan. Tingkat kehadiran tidak semata karena tidak ingin divaksin. Adapula yang datang tak sesuai dengan jadwal vaksinasi. Bahkan dalam beberapa kasus hingga pindah hari.

Haryadi meminta agar warga disiplin terkait waktu vaksinasi. Dengan datang sesuai jadwal maka turut membantu pendataan. Selain itu juga tak mengganggu jadwal antrian yang sudah ada.

“Saya memberi pesan kepada warga, bahwa tolong penuhi jadwal. Sesuai dengan jadwal. Kalau tidak datang ya akan dijadwal ulang atau nanti vaksinnya di Puskesmas,” katanya.

Guna menyukseskan program vaksinasi, Haryadi juga meminta para pemilik usaha proaktif. Caranya dengan memberikan waktu kepada karyawannya untuk mengikuti vaksinasi. Menurutnya ijinnya para karyawan dalam beberapa waktu tak akan mengganggu operasional bisnis usaha.

“Jadi tolong pemilih usaha memberikan ijin kepada karyawannya. Supaya lancarlah semuanya ini, lagian program vaksinasi ini untuk kita semua kok, bukan untuk diri sendiri tapi untuk masyarakat pada umumnya,” pesannya.(dwi/sky)

Jogja Raya