RADAR JOGJA – Selain fenomena terjadinya hujan es, hujan lebat disertai angin kencang di beberapa wilayah Sleman mengakibatkan rusaknya sejumlah fasilitas umum. Juga jebolnya talut di Jalan Nyi Tjondro Lukito, Sinduadi, Mlati sehingga setidaknya delapan rumah kebanjiran.

BPBD Sleman melaporkan, angin kencang setidaknya berdampak di 25 titik lokasi, antara lain, di beberapa kalurahan di Kapanewon Turi, Sleman, Mlati, dan Tempel. Tercatat 27 pohon tumbang, 12 rumah rusak ringan, enam titik jaringan listrik rusak, satu tower roboh, satu mobil rusak. Satu fasilitas ibadah dan pendidikan juga dilaporkan rusak ringan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan menjelaskan, jebolnya talut di Sinduadi membuat air selokan meluap dan menggenangi delapan rumah warga. Sebanyak 57 jiwa terdampak. Terdiri atas 45 jiwa dewasa, enam balita, dan enam lansia.

Diketahui talut jebol sekitar pukul 13.30. Pasca jebolnya talut, warga sekitar melakukan penanganan darurat dengan menutup arus aliran selokan yang menuju ke saluran pembuangan. Selain itu, ibu-ibu dan remaja di wilayah itu sigap membuat dapur umum. “Kebutuhan mendesak perlengkapan tidur untuk 14 KK. Suplai logistik pangan untuk kebutuhan satu hari,” jelas Makwan.

Terpisah, Panewu Turi Subagyo mengatakan, hujan es disertai angin kencang di wilayahnya berdampak tumbangnya beberapa pohon besar. Misalnya pohon kokosan yang tumbang dan melintang jalan Pancoh di Kalurahan Girikerto. (eno/laz)

Jogja Raya