RADAR JOGJA – Vaksinasi Covid-19 secara masal untuk kelompok sasaran pelayan publik pedagang dan pekerja sektor informal Malioboro, belum memenuhi target. Selama dua hari pelaksanaan, baru tercapai 71 persen yang sudah divaksin.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, injeksi vaksin hari kedua sasaran pelayan publik belum semua masyarakat berpartisipasi. Jumlah penerima vaksin yang seharusnya 3.200 orang pada hari kedua (2/3), namun yang hadir 2.427 orang. Dari jumlah itu yang berhasil divaksin 2.248 orang. Artinya, ada 70,25 persen dari undangan yang disebar yang bisa diinjeksi vaksin. “Mereka yang belum itu, ada yang tertunda dan ada yang batal karena persyaratannya tidak terpenuhi,” katanya di Kompleks Balai Kota, Rabu (3/3).

Wakil Wali Kota Jogja ini belum mengetahui secara pasti terkait absennya sejumlah masyarakat dalam program vaksinasi Covid-19 masal ini. Meski begitu, ia masih memberikan kesempatan, terutama yang sudah terdaftar, untuk ikut berpartisipasi. “Tapi dilihat selama dua hari ini, sekitar 70 persen lebih sudah berhasil divaksin,” ujarnya.

Dimungkinkan adanya kendala dalam mekanisme pendaftaran vaksinasi. Khususnya bagi pedagang kelompok lanjut usia (lansia) yang menjadi faktor kurangnya partisipasi atau kehadiran dalam program ini. Meskipun, pemkot telah berupaya melakukan sosialisasi terkait pendaftaran.

“Kemarin dulu ketika pendaftaran kan ada yang tidak bisa daftar karena sepuh-sepuh. Jadi, sebagian mungkin, saya tidak tahu, akhirnya mereka tahu atau tidak kalau mekanismenya kan didaftarkan oleh teman-temannya atau ketua kelompok. Nah mereka yang diundang itu datang atau enggak, itu yang kami tidak tahu,” jelasnya.

Sebelumnya, target sasaran hampir 20 ribu pedagang, pelaku usaha maupun pekerja sektor informal dari Tugu sampai Alun-Alun Utara yang divaksin secara masal selama enam hari sejak (1/3). Harapan pemkot tidak sampai ada warga yang harus melakukan konsekuensi swab antigen tiga kali sehari karena tidak mengikuti vaksin.

Tekait sanksi ini, belum akan diterapkan dalam waktu dekat karena masih dua kali injeksi vaksin dan saat ini injeksi pertama untuk sasaran tersebut. Sehingga, ini masih dalam tahap memperoleh imunitas yang naik dari masing-masing tubuh masyarakat. (wia/laz)

Jogja Raya