RADAR JOGJA – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih terus terjadi. Berdasarkan laporan aktivitas Merapi yang dirilis Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), gempa guguran dan guguran lava pijar masih sering terjadi.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida menerangkan, jumlah guguran saat ini masih cenderung tinggi. Ia juga menjelaskan, data guguran ini penting untuk memantau perkembangan erupsi Merapi.“Saat ini jumlah guguran masih tinggi dengan jarak luncur maksimal 2 kilometer,” kata Hanik dalam keterangannya, Rabu (3/3).

Hanik menyatakan, berdasarkan laporan aktivitas selama 12 jam dari periode tanggal 2 Maret pukul 18.00 hingga tanggal 3 Maret pukul 06.00 WIB tercatat ada 22 kali luncuran guguran lava pijar. Estimasi jarak luncuran maksimal sejauh 1,5 kilometer.

Pada periode 2 Maret pukul 18.00 hingga 24.00 WIB teramati guguran lava pijar 14 kali dengan jarak luncur maksimum 1200 meter. Kemudian pada 3 Maret periode 00.00 hingga 06.00 WIB teramati guguran lava pijar 8 kali dengan jarak luncur maksimum 1500 meter ke barat daya.

Sementara untuk data kegempaan, dalam periode 12 jam tercatat gempa guguran sebanyak 76 kali dan gempa hembusan sebanyak tiga kali.
BPPTKG, kata Hanik, masih mempertahankan status Merapi di tingkat Siaga.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.
“Di luar potensi daerah bahaya saat ini kondusif untuk beraktivitas sehari-hari,” pungkasnya. (aga/bah)

Jogja Raya