RADAR JOGJA – Tak hanya pedas di mulut, kini cabai rawit merah juga terasa pedas di kantong. Sebab harga jualnya di Pasar Wates Kulonprogo menyentuh Rp 95 ribu per kilogram. Pengaruh cuaca disebut menjadi penyebab utama meroketnya harga cabai rawit saat ini.

Salah satu pedagang di Pasar Wates, Tyas Widiastuti,40 mengatakan harga cabai rawit sudah tinggi sejak sepekan terakhir. Untuk cabai jenis rawit merah saja kini sudah menyentuh harga Rp 95 ribu per kilogram. Sebelum mengalami kenaikan, harganya dikisaran Rp 80 ribu kilogram.

Tyas menjelaskan, kenaikan harga cabai rawit di Pasar Wates terjadi secara bertahap. Dimana setiap dua hari setidaknya harga cabai mengalami kenaikan mencapai Rp 3 ribu per kilogram. ”Sebelumnya itu Rp80 ribu, kemudian dua hari setelahnya naik 83 ribu dan terus berlanjut hingga harga sekarang,” katanya Selasa (2/ 3).

Selain cabai rawit merah, lanjut Tyas, beberapa komoditas lain seperti cabai rawit hijau dan cabai merah keriting juga mengalami kenaikan. Pada komoditas cabai rawit hijau kini sudah menyentuh harga Rp 35 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp 30 ribu. Sementara cabai merah keriting saat ini dihargai Rp 48 ribu, sebelumnya hanya Rp35 ribu per kilogram.

Dengan tingginya harga cabai, Tyas mengaku mengurangi jumlah kulakan. Sebab harga di tingkat tengkulak terbilang juga tergolong tinggi bagi pedagang. Ia yang biasanya kulakan hingga 10 kilogram setiap harinya kini dikurangi menjadi 5 kilogram untuk setiap jenis cabai yang dia jual.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kulonprogo, Iffah Mufidati mengatakan permintaan cabai di pasar memamg cukup tinggi. Namun ketersediaan di pasar terbilang sedang sedikit karena beberapa kondisi diantaranya pengaruh cuaca dan belum adanya musim panen.

Meskipun mengalami kenaikan, ia meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir dengan ketersediaan. Sebab, pihaknya pihaknya akan melakukan pengawasan untuk mencegah penimbunan bahan-bahan pokok di wilayah Kulonprogo. “Kami akan melakukan pengawasan agar para oknum agar tidak melakukan penimbunan,” ungkapnya.(inu/bah)

Jogja Raya