RADAR JOGJA – Kondisi penerima vaksin Covid-19 berpengaruh pada Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI). Di Kota Jogja ada satu yang sampai dibawa ke rumah sakit karena alergi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogjakarta, Emma Rahmi Aryani tidak menampik, ada seorang warga yang harus dirujuk ke rumah sakit. Dia baru saja ikut vaksinasi masal bagi pelaku usaha pariwisata dan pedagang Pasar Beringharjo. Lantaran mengalami shock. “Satu orang yang divaksin di Vredeburg yang dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Kota. Jadi, dia habis divaksin itu muntah. Ternyata karena alergi dan setelah dua jam diperbolehkan pulang,” jelasnya Selasa (2/3).

Selain itu ada enam orang lainya yang mengalami KIPI. Dengan gejala kesemutan di bagian tubuh. Sehingga tak perlu mendapat perawatan intensif. Apalagi, KIPI terjadi saat dalam masa observasi 30 menit. “Begitu disuntik, setelah 10 menit merasa kesemutan. Tapi, setelah istirahat, tiduran, masa observasi 30 menit, terus normal lagi, sudah tidak apa-apa itu,” cetus Emma.

Mantan kepala dinas pemberdayaan masyarakat dan KB Kota Jogja itu berharap supaya kejadian ini tak membuat masyarakat enggan, atau takut menjalani proses vaksinasi. Terlebih, beberapa KIPI yang terjadi di wilayahnya itu pun cenderung ringan, serta tidak ada yang berat. “Kami dorong masyarakat agar bersedia divaksin. Sebab, jika tidak mencapai batas minimal 70 persen, maka kekebalan kelompoknya gagal terbentuk,” tandasnya.

Sementara itu dalam laporan yang dikeluarkan Selasa (2/3) sore, juru bicara Pemprov DIJ untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih menyatakan adanya penambahan 150 kasus konfirmasi positif baru virus korona.Penambahan tersebut membuat total kasus konfirmasi positif virus korona di DIJ saat ini sudah mencapai 28.177 kasus. “Ada tambahan 266 kasus sembuh, total kasus sembuh sampai sekarang 22.315 kasus,” jelas Berty.

Untuk kasus meninggal akibat virus korona di DIJ juga mengalami penambahan Selasa (2/3). Ada empat penambahan kasus kematian baru. Total kasus kematian akibat kasus tersebut di DIJ saat ini sudah mencapai 686 kasus. (kur/pra)

Jogja Raya