RADAR JOGJA- Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (1/3) meninjau langsung vaksinasi tahap kedua di Jogjakarta. Titik pertama adalah Pasar Beringharjo yang diikuti oleh para pedagang dan pelaku usaha di Pasar Beringharjo.

Berlanjut kemudian di kawasan Benteng Vredeburg kepada kusir andong, tukang becak hingga karyawan hotel.

Jokowi hadir di lokasi sekitar pukul 9.30 WIB. Presiden didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Gubernur DIJ  Hamengku Buwono X.

Jokowi menilai pelaksanaan vaksinasi di Jogjakarta berjalan lancar. Seluruh proses dilalui sesuai dengan prosedur yang berlaku. Dia juga menilai antusias warga terhadap program vaksinasi sangatlah tinggi.

“Saya tadi melihat proses vaksinasi yang dilakukan untuk para pedagang di Pasar Beringharjo berjalan lancar. Juga untuk para pedagang jaki lima, para pelaku usaha, kemudian para penjaga toko, karyawan di tempat usaha kawasan Malioboro sampai Alun-Alun juga berjalan lancar dan baik,” jelasnya ditemui di kawasan Benteng Vredeburg Jogjakarta.

Dia berharap program vaksinasi dapat berjalan lancar hingga akhir. Menurutnya vaksinasi sangatlah penting bagi kesehatan masyarakat. Terutama di era pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Lebih jauh, Jokowi juga berharap perekonomian perlahan bangkit. Seiring dengan berjalannya program vaksinasi Covid-19, kegiatan berangsur normal. Sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas di luar ruang pasca vaksinasi.

“Kita berharap ekonomi bisa pulih dan bangkit kembali. Kemudian pariwisara di Jogjakarta bisa bergeliat kembali dan menumbuhkan ekonomi yang ada di provinsi DIJ, dan Indonesia secara umum,” katanya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menuturkan vaksinasi tahap kedua ini menyasar 38 juta penerima. Jumlah ini meningkat berkali lipat dibandingkan vaksinasi tahap pertama. Tercatat dalam vaksinasi perdana menyasar 1,5 juta tenaga kesehatan.

Pelaksanaan vaksinasi tahap kedua kali ini menyasar tenaga dan pelayan publik. Sama seperti tahap pertama, vaksinasi terbagi menjadi 2 termin. Artinya setiap penerima vaksin akan disuntikan vaksin Sinovac sebanyak 2 kali.

“Sasaran tahap kedua ini ada 38 juta, yang kami suntik dalam 2 tahapan. Jadi totalnya ya 76 juta vaksin. Diharapkan selesai sampai Juni,” ujarnya.

Penerima vaksinasi tahap kedua, lanjutnya, didominasi oleh para lansia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan setidaknya ada sekitar 21,6 juta calon penerima vaksin dari golongan lansia. Menyusul kemudian sekitar 16,9 juta untuk tenaga dan pelayan publik.

Budi menilai lansia memiliki faktor resiko yang cukup tinggi. Terutama atas vatalitas apabila terpapar Covid-19. Fakta inilah yang membuat lansia masuk dalam prioritas penerima vaksin.

“Lalu tenaga publik ini juga banyak ketemu orang. Contohnya ada pedagang pasar lalu wartawan. Kami lindungi duluan dibandingkan yang kerjanya hanya di kantor,” katanya.

Budi menilai pelaksanaan vaksinasi tahap kedua berjalan dengan lancar. Pihaknya tak menampik evaluasi akan terus berjalan. Salah satu pertimbangan utama adalah tidak menimbulkan kerumunan atau melanggar protokol kesehatan selama vaksinasi berlangsung.

“Ini sudah rapi dibandingkan di Jakarta, sudah tidak ada kerumunan. Setiap satu jam diatur antrian 120 orang. Disini (Jogjakarta) 140 orang. Kami selalu belajar setiap kali ada event,” ujarnya.(dwi/sky)

Jogja Raya