RADAR JOGJA -Presiden Joko Widodo  berkesempatan mencoba Kereta Rel Listrik (KRL) lintas Jogjakarta-Solo, Senin (1/3).

Hal tersebut dilakukan Kepala Negara usai meresmikan operasional KRL lintas Jogjakarta-Solo di Stasiun Tugu. Dalam agenda peresmian ini, Jokowi tak sendiri. Adapula Gubernur DIJ Hamengku Buwono X dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, hari ini saya resmikan operasional kereta listrik lintas Jogjakarta-Solo,” jelasnya diikuti dengan penekanan semboyan 35 dari KRL, di Stasiun Tugu Jogjakarta.

Jokowi menilai KRL sangatlah penting bagi moda transportasi masa kini. Terlebih moda transportasi tersebut ramah lingkungan. Ini karena tenaga penggeraknya beralih dari bahan bakar diesel menjadi tenaga listrik.

Tak hanya itu, efisiensi juga terwujud dalam waktu tempuh. Perbandingan ini adalah antara penggunaan KRL dengan kereta rel diesel (KRD) Prambanan Ekspres. Jarak waktu tempuh untuk rute yang sama Jogjakarta-Solo mencapai 10 menit.

“KRL adalah sebuah inovasi transportasi massal yang ramah lingkungan. Tadi saya diberitahu, disampaikan bahwa KRL ini lebih cepat dibandingkan Prameks, terpaut kira-kira sepuluh menit lebih cepat,” katanya.

Tak hanya efisensi waktu dan energi, KRL, lanjutnya juga memangkas biaya operasional. Melalui subsidi Public Service Obligation (PSO), biaya operasional per penumpang perkilometer cuma Rp. 290. Sebagai perbandingan dengan Prameks mencapai  Rp. 640 per penumpang perkilometer.

Jokowi berharap KRL dapat menjadi pioner transportasi ramah lingkungan. Dia memiliki mimpi, inovasi teknologi listrik tak hanya menyentuh ranah kereta api. Tapi juga moda transportasi lainnya, terutama moda transportasi darat.

“Lebih jauh, KRL ini sangat membantu mobilisasi orang maupun barang, khususnya dari Jogja ke Solo, Solo ke Jogja dan bisa meningkatkan pariwisata dan ekonomi kita,” ujarnya.(dwi/sky)

Jogja Raya