RADAR JOGJA – Saat ini atlet terus menjalani puslatda jelang menghadapi PON XX Papua, 2-13 Oktober 2021. Salah satunya seperti dilakukan tim puslatda kempo DIJ. Pelatih Puslatda Kempo Agung Wibowo mengatakan, sejauh ini persiapan berjalan cukup lancar.

Latihan intensif pun sudah kembali digelar sejak awal Januari lalu di ruang latihan KONI DIJ. Secara keseluruhan, ia menyebut atlet dalam kondisi baik. “Latihan sudah dalam track yang bagus, karena selama pandemi 2020 atlet tetap latihan mandiri dirumah masing-masing. Paling kendala peralatan sudah rusak dan harus segera pembaruan,” ujarnya kepada Radar Jogja Jumat (26/2).

Yang jelas, tim kempo akan terus membenahi kekurangan selama puslatda. Harapannya di PON nanti mereka dapat tampil dan memberikan hasil yang terbaik untuk masyarakat DIJ. Pasalnya, di edisi PON sebelumnya tim kempo belum mampu membawa pulang medali di ajang multievent empat tahunan itu.

Di PON tahun ini kempo DIJ diperkuat tiga atlet debutan. Ketiganya yakni Kristowirawan Umbu Siriwolu, Al Yogi AP dan Andreas Tulus P. Mereka akan turun di nomor randori (perkelahian bebas) putra kelas 70 kg dan embu (kerapian teknik/jurus-jurus) pasangan putra kyu kenshi.

Berbicara target, tim kempo optimistis menggondol medali emas di nomor randori dan perak di nomor embu. Mengingat di ajang Kejurnas Kualifikasi Pra-PON 2019 lalu ketiga atlet mendapatkan hasil yang cukup baik. Kala itu, di nomor randori Kristowirawan sukses meraih medali perunggu serta di nomor embu pasangan Al Yogi dan Andreas mendapatkan peringkat empat.

“Minimal dapat medali di dua nomor yang diikuti. Semoga tahun ini kami bisa memecahkan target meraih medali,” harap Agung.

Sementara itu, salah satu atlet kempo Kristowirawan mengaku siap berjuang di Papua nanti. Apalagi ini merupakan ajang PON pertamanya. Sehingga atlet 23 tahun itu bertekad tampil sebaik mungkin.

Soal latihan, dia menyebut selama pandemi Covid-19 porsi latihan lebih difokuskan pada ketahanan tubuh. Seperti jaga stamina agar tetap fit. “Ada tiga kesiapan, fisik, teknik, dan finishing. Jadi dalam finishing saya lebih ke sparring sama teknik-teknik terbaru,” bebernya. (ard/laz)

Jogja Raya