RADAR JOGJA – Tiga kabupaten di DIJ resmi punya pemimpin baru. Bupati Sleman terpilih Kustini Sri Purnomo dan Wabup Danang Maharsa, Bupati Bantul terpilih Abdul Halim Muslih dan Wabup Joko B Purnomo, serta Bupati Gunungkidul terpilih Sunaryanta dan Wabup Heri Susanto dilantik oleh Gubernur DIJ Hamengku Buwono X di Bangsal Kepatihan, Jogja, Jumat (26/2).

Sebelum resmi dilantik, ketiga pasangan bupati dan wakil bupati itu menjalankan beberapa hal, salah satunya sumpah jabatan. “Demi Allah saya bersumpah, akan memenuhi kewajiban saya sebagai bupati dan wakil bupati dengan sebaik-sebaiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh UUD Tahun 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturan-peraturannya dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat, nusa dan bangsa,” begitu seperti yang diucapkan pasangan Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa, Abdul Halim Muslih-Joko B Purnomo, dan Sunaryanta-Heri Susanto, menirukan apa yang diucapkan Gubernur HB X.

Dalam kesempatan itu, HB X juga memberikan beberapa saran terhadap para bupati dan wakil bupati terpilih hasil Pilkada 2020 itu. Salah satunya, mengokohkan sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pemerintah pusat. “Bukan pada orientasi kekuasaan, tapi keterpaduan program, agar pelaksanaannya bisa berguna untuk masyarakat,” ujarnya.

Gubernur juga mendorong kepada tiga pasang bupati-wabup itu untuk segera membelanjakan APBD dan dana keistimewan (danais). Menurut HB X, itu penting agar ekonomi masyarakat segera bangkit pasca vaksinasi nasional. “Penanganan virus korona dan ekonomi harus selaras,” lanjutnya.

Selain itu, bapak lima puteri yang juga raja Keraton Jogja ini juga mendorong agar semua pihak bisa bekerja sama lagi, setelah sempat sedikit terpecah karena adanya pilkada serentak 2020 lalu. “Janganlah pemilu jadi pertempuran politik hingga membahayakan keutuhan bangsa. Saya berharap semua elemen masyarakat membantu bupati dan wabup dalam melaksanakan pembangunan,” tandasnya.

Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih-Joko Purnomo menjanjikan bantuan sebesar Rp 50 juta yang akan disalurkan kepada dusun-dusun di Bantul. Stimulus itu diperuntukkan untuk memenuhi hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan dasar warga. “Seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur pedesaan, hingga lingkungan, utamanya masalah sampah,” ungkapnya kepada wartawan saat ditemui di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, pasca pelantikan.

Terkait realisasi program di Bantul, pihaknya akan mempercepat proses perancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026. “Visi misi untuk masuk dalam RPJMD 2021-2026 menyangkut janji dan komitmen kami kepada rakyat,” terangnya.

Sementara pasangan Bupati dan Wakil Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa berkomitmen menyukseskan program vaksinasi nasional untuk mendukung penanganan pandemi Covid-19 hingga pemulihan ekonomi di Sleman. Kustini menuturkan, untuk mencapai tujuan itu ia akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya pelaksanaan vaksinasi.

Ia yang menggantikan suaminya Sri Purnomo ini juga akan melibatkan lurah dalam program sosialisasi tersebut. Tujuannya agar dapat menyentuh masyarakat di tingkat paling bawah. “Gerakan ini secepatnya kita laksanakan, terutama vaksin untuk pelayan masyarakat,” terang Kustini.

Di tempat yang sama, pasangan Bupati dan Wabup Gunungkidul Sunaryanta-Heri Susanto kembali menggaungkan apa yang menjadi janji mereka selama ini. Dikatakan, untuk membangun Gunungkidul melalui tiga hal, yakni ekonomi kerakyatan, pariwisata, dan investasi. “Saya akan mewujudkan konsep besar untuk mengembangkan Gunungkidul,” kata Sunaryanta.

Menurutnya, ketiga sektor ini akan memiliki peran vital dalam upaya mengejar ketertinggalan dengan daerah lain. Meski demikian, Sunaryanta belum mau membeberkan terkait konsep besar yang dimilikinya.

Sementara itu, aktivis Jogja Corruption Watch (JCW) Baharuddin Kamba berharap ketiga pasangan bupati dan wakil bupati di DIJ yang baru dilantik, bisa amanah dalam menjalankan tugasnya. Selain itu ia juga mengingatkan kembali agar ketiga pasangan itu bisa bekerja dengan baik, sesuai janji-janji kampanye yang sudah terucap.

Kamba pun mengingatkan kepada kepala daerah terpilih untuk menjadi pemimpin di daerah bukan untuk berdagang kekuasaan. Apalagi untuk sekadar mencari sesuatu untuk balik modal dengan melakukan tindakan korupsi, kolusi, maupun nepotisme. “Maka dari itu kami mengajak masyarakat untuk mengawal para pemimpin yang sudah terpilih itu,” ajak Kamba. (kur/laz)

Jogja Raya