RADAR JOGJA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ mengajukan program vaksinasi atlet kepada dinas kesehatan (dinkes) DIJ. Pengajuan vaksin diperuntukkan bagi tim pemusatan latihan daerah (puslatda) yang akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, Oktober 2021.

Wakil Ketua II KONI DIJ Rumpis Agus Sudarko mengatakan, pihaknya sudah bersurat ke dinkes untuk menggelar audiensi perihal pengajuan vaksin. Hanya saja, hingga kini surat yang dikirimkan pada 20 Februari lalu belum direspons oleh dinkes. “Jadi sampai sekarang belum ada balasan. Begitu ada balasan kami langsung audiensi. Di dalam audiensi kami minta salah satunya untuk prioritas vaksin,” kata Rumpis kepada Radar Jogja kemarin (26/2).

Dekan senior Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu menjelaskan, nantinya penerima vaksin tidak hanya atlet dan pelatih saja. Artinya yang akan di vaksin adalah seluruh kontingen yang berangkat ke Papua. Di antaranya dokter, masseur, wartawan, hingga mekanik. “Kami masih ngitung-ngitung ada berapa jumlah yang divaksin. Prioritas pertama atlet dan pelatih, setelah itu pendukung. Tapi tetap dalam koridor sebelum PON berangkat,” ujarnya.

Karena itu, Rumpis sangat berharap audiensi dengan dinkes segera terealisasi. Sehingga ke depan rincian penerima vaksinasi dapat secepatnya di data. Yang jelas, KONI DIJ ingin para atlet mendapat perhatian. Apalagi, mereka akan terjun di ajang multievent tahun ini.

Sebelumnya Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto berujar penting bagi atlet mendapat vaksin agar PON nanti berjalan lancar. Adanya vaksinasi akan membuat atlet aman dan bebas dari paparan Covid-19. “Pemberian vaksin bagi atlet untuk menjamin keikutsertaan mereka pada kejuaraan yang akan diikuti. Yang jelas tentunya demi kesehatan semua atlet,” ucap Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNY itu.

Saat ini, ada 19 cabor / 24 subcabor yang tergabung dalam puslatda PON XX DIJ 2020. Meliputi atletik, balap motor, billiar, bola voli pantai, menembak, panahan, pencak silat, renang artistik, sepatu roda, terbang layang, terjun payung, dan aeromodelling.

Kemudian binaraga, catur, gantolle, judo, kempo, panjat tebing, polo air, rugby, sepatu roda, taekwondo, tarung derajat, wushu, dan renang perairan terbuka. Secara keseluruhan DIJ akan memberangkatkan 195 kontingen. Dengan rincian 141 atlet dan 54 pelatih. (ard/laz)

Jogja Raya