RADAR JOGJA РGubernur Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) Hamengku Buwono (HB) X  melantik tiga pasang bupati dan wakil bupati terpilih Pilkada 2020. Dalam kesempatan ini, dia berpesan agar para kepala daerah bergerak cepat.

Salah satunya adalah memaksimalkan APBD dan penggunaan dana keistimewaan untuk membangkitkan perekonomian rakyat. Pernyataan ini sebagai wujud sikap menghadapi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Terlebih pasca program vaksinasi, masyarakat dapat beraktivitas lebih bebas. Harapannya agar perekonomian dapat kembali seperti sediakala. “Dalam menjalankan awal pemerintahan, para bupati dan wakil bupati untuk segera membelanjakan APBD dan Danais Tahun Anggaran 2021. Agar bisa menjadi stimulus ekonomi bagi masyarakat pasca vaksinasi nasional,” jelasnya usai pelantikan di Bangsal Kepatihan Pemprov DIJ, Jumat (26/2).

Setiap kepala daerah, lanjutnya, dapat mengangkat potensi ekonomi yang adalah. Tentunya melalui program-program di setiap wilayah. Seperti program simultan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah melalui kebijakan pemberdayaan UMKM dan penyusunan Daftar Prioritas Investasi Daerah.

Dalam menjalankan kebijakan ini, setiap kepala daerah dituntut untuk jeli. Mempertimbangkan kondisi pandemi yang masih terjadi. Untuk kemudian diatur melalui skema tidak biasa dalam situasi darurat Covid-19.

“Jika bermaksud memasukkan program untuk menepati janji Pilkada, setelah dipilah mana yang urgent bagi masyarakat, silakan disisipkan pada anggaran perubahan dan pembahasan RKPD (Rencana Kerja Pembangunan Daerah) Tahun Anggaran 2022,” katanya.

Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini juga berpesan agar Forkompinda menjadi ikatan kepemimpinan kolektif  yang berkualitas negarawan. Selain itu juga membuka dialog personal dengan kandidat lain. Guna mengadopsi dan mengadaptasi program-program yang bermanfaat bagi rakyat.

HB X juga berpesan agar penggunaan simbol-simbol budaya dan pendayagunaan simpul-simpul komunikasi perlu lebih dikembangkan secara kreatif. Langkah ini guna menguatkan identitas dan kearifan lokal masing-masing wilayah. Termasuk bersama membangun wilayah tanpa adanya sekat.

“Sekaligus menghilangkan sekat-sekat sosial guna memperkuat kembali kohesi sosial, dengan merapikan kursi-kursi yang berantakan dan sampah-sampah berserakan bakda pesta demokrasi usai,” pesannya.

Mereka yang dilantik di Bangsal Kepatihan Pemprov DIJ adalah Bupati dan Wakil Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dan Danang Maharsa. Bupati dan Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dan Joko B Purnomo. Serta Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul Sunaryanta dan Heri Susanto.

Kepada ketiga Bupati dan Wakilnya, HB X kembali berpesan tentang potensi daerah. Agar masing-masing wilayah melihat potensi yang ada. Untuk kemudian dikembangkan secara bijak tanpa merusak alam dan tatanan sosial.

“Misalnya Sleman dengan Gunung Merapinya yang memancing keingintahuan ahli-ahli vulkanologi dunia. Bantul dengan pesona dan keunikan deretan pantainya untuk memaksimalkan pariwisata. Serta Gunungkidul lewat geoparknya,” katanya. (dwi/ila)

Jogja Raya