RADAR JOGJA – Tiga bupati dan wakil bupati terpilih Pilkada 2020 di DIJ sepakat tancap gas dalam penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Manuver ini sebagai komitmen bentuk pelayanan kepada masyarakat. Tentunya dengan melihat permasalahan di masing-masing wilayah.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengawali gerakan dengan menyukseskan program vaksinasi Covid-19. Dimulai dengan sosialisasi kepada para lurah demi kepentingan pemetaan sasarannya.

Harapannya agar seluruh masyarakat di Sleman bisa terjangkau. Setiap lurah, lanjutnya, akan memiliki tanggungjawab ke setiap Padukuhan di wilayahnya. Perannya adalah dengan melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat.

Agar tak ada penolakan dari program nasional tersebut. “Kami prioritaskan yang publik seperti guru, pelayanan masyarakat dan nanti pedagang pasar-pasar yang ada di Sleman termasuk para lansia. Kami targetkan 70 persen lah nanti harapannya,” jelasnya ditemui usai pelantikan di Bangsal Kepatihan Pemprov DIJ, Jumat (26/2).

Kustini menambahkan,” Untuk konsentrasi penanganan Covid-19 di tingkat Kalurahan juga memanfaatkan Anggaran Dana Desa (ADD). Kebijakan ini sesuai dengan Ingub PPKM berbasis mikro. Berupa pemulihan ekonomi daerah, melalui kebijakan pemberdayaan UMKM dan penyusunan daftar prioritas investasi daerah.

Langsung ekonomi nanti kami gerakan bersama-sama untuk UMKM yang ada di Kabupaten Sleman,” tambahnya.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih juga akan fokus pada program vaksinasi Covid-19. Tak hanya itu, dia juga akan memperbanyak shelter penampungan pasien Covid-19. Tak hanya sampai di level Kapanewon tapi juga hingga ke level Kalurahan.

Halim juga berencana mempercepat pembentukan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di setiap dusun. Langkah ini merupakan respon dari Instruksi Gubernur DIJ. Kelompok relawan tersebut nantinya akan ditunjuk oleh Lurah.

“Masih ada gerakan 3T, yakni Tracing, Testing, dan Treatment agar bisa meminimalisir sebaran Covid-19. Untuk satlinmas perannya melakukan promosi dan preventif dengan cara terus melakukan edukasi ke masyarakat,” ujarnya.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta tetap mengedepankan standar prosedur yang berlaku. Dia menilai penanganan Covid-19 di Gunungkidul telah optimal. Untuk itu dia ingin memfokuskan pada program yang telah ada.

“Saya hanya akan mengikuti prosedur yang ada. Nanti bentuknya seperti apa, saya tentu akan koordinasi ke Dinas Kesehatan Gunungkidul. Akan terus berkoordinasi,” katanya.(dwi/sky)

Jogja Raya