RADAR JOGJA – “Yu Kinanthi” memberikan nasi bungkus gratis di lingkungan RW 8 Kalurahan Purwokinanthi, Pakualaman, Jogja. Tujuannya membantu meringankan beban sesama warga di masa pandemi ini. Padahal Yu Kinanthi bukanlah panggilan untuk seseorang. Siapa dia?

WINDA ATIKA IRA, JOGJA, Radar Jogja

Gerakan bagi-bagi nasi gratis makin marak di DIJ selama masa pandemi ini. Termasuk dengan menyediakan etalase kaca di pinggir-pinggir jalan. Tempat untuk meletakkan makanan dan minuman yang bisa diambil siapa saja. Konsep hampir sama kini diterapkan “Yu Kinanthi”.

Dengan nama program ‘Yu Kinanthi’ mbagehi, sejumlah warga saling bantu membantu menyediakan nasi bungkus gratis untuk masyarakat. Bisa juga dalam bentuk lain seperti bahan mentah berupa beras, telur, daging, lauk-pauk, serta bisa dalam bentuk sedekah uang tunai yang nantinya akan dicairkan dan diolah menjadi permakanan siap saji. “Siapapun boleh mengambil dan menaruh nasi di situ (lemari kaca). Tapi yang ngambil jatahnya satu orang satu bungkus,” kata Lurah Purwokinanti, Pakualaman Sugiharti ditemui di RW 8 kemarin (24/2).

Aksi tersebut akan dilakukan setiap hari, dengan waktu yang tidak menentu. Bisa pagi, siang, atau sore. Menu yang disajikan harus memenuhi unsur keseimbangan gizi dari segi karbohidrat, protein, dan sayur. Masyarakat siapa saja bisa berpartisipasi mengisi lemari kaca tersebut untuk berbagi bersama warga terdampak pagebluk korona ini.

Sejauh ini, yang sudah berkomitmen untuk berpartisipasi terhadap program gotong royong ini ada dari pihak hotel, pelaku usaha, perguruan tinggi, mahasiswa, tokoh masyarakat, dan lain-lain. “Antusiasnya luar biasa, kami benar-benar ingin mengedukasi masyarakat sekecil apapun bantuan ini semoga bisa membawa dampak baik untuk yang membutuhkan,” ujarnya.

Rencananya, lemari kaca tersebut akan ditempatkan di Jalan Juminahan. Sedekah yang masuk dari warga tersebut akan transit dulu ke kantor Kalurahan Purwokinanti untuk kemudian ditata di lemari kaca yang telah ditempatkan. Dan warga dipersilahkan mengambil di etalase secara gratis.

Sugiharti pun menjelaskan, Yu Kinanthi berasal dari kata Purwokinanthi. Dimana kata ‘Yu’ identik dengan Ibu yang biasa menyediakan nasi bungkus atau hidangan apapun. Kinanthi mengambil dari potongan nama kelurahan Purwokinanthi.

Pun pihaknya tidak memiliki target, semakin banyak masyarakat atau pihak yang berpartisipasi makan akan semakin baik. Dan semua masyarakat bisa mengakses sedekah tersebut. “Saya tidak akan malu-malu mendatangi setiap masyarakat, pengusaha, atau yang lainnya untuk terus berpartisipasi. Saya hanya ndalanke punya program, tolong yang berkenan bisa mengisi,” ucapnya.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengapresiasi aksi kepedulian masyarakat kota Jogja di tengah pandemi. Salah satu yang ditunjukkan melalui aksi Ngluwihi lan Mbagehi. Hal ini menjadi bagian dari upaya membangkitkan terus semangat masyarakat dimasa pandemi dengan saling berbagi dan mendukung satu sama lain. “Gerakan ini sebenarnya gerakan lama dan enggak akan pernah berhenti. Supaya kita ya selamat bareng-bareng,” katanya. (pra)

Jogja Raya