RADAR JOGJA- Pemda DIJ  menggelar pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih Pemilu 2020, Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa (Sleman), Abdul Halim Muslih-Joko B Purnomo (Bantul) serta Sunaryanta dan Heri Susanto (Gunungkidul) , Jumat (26/2) di Bangsal Kepatihan secara terbatas.

Acara bakal menerapkan protokol kesehatan ketat, dimana hanya 25 orang yang boleh menghadiri prosesi itu secara langsung.

Kepala Biro Tata Pemerintahan (Tapem) Setda DiJ Sugeng Purwanto mengatakan, sebanyak 25 orang itu meliputi pasangan bupati-wabup terpilih, Gubernur DIJ selaku pimpinan daerah yang melantik dan beberapa tamu undangan.

Pembatasan jumlah peserta ini berdasarkan anjuran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang disampaikan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Ditjen Otda).

“Anjuran dari Pak Menteri (Mendagri) melalui Ditjen Otda itu awalnya kita memang sama sekali tidak boleh luring, jadi harus daring. Tetapi kemarin ada pengarahan dari Menteri, selama bisa ketat, untuk yang dihadirkan tidak lebih dari 25 orang, termasuk yang lantik, itu masih dimungkinkan,”katanya,Kamis (25/2).

Sugeng menambahkan, kalau provinsi lain ada yang calon bupati barunya belasan orang, jadi susah untuk pelantikan luring. Sementara kalau di DIJ karena hanya tiga pimpinan kabupaten yang dilantik, maka lebih mudah. “Maksimal hanya 25, kita masih bisa,” tambahnya.

Bagi tamu yang biasanya diundang pelantikan seperti Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) di masing-masing kabupaten tetap bisa menyaksikan prosesi acara melalui daring. Nantinya detik-detik pelantikan akan disiarkan secara live streaming.

“Kalau yang pelantikan besok terpusat di sini (Bangsal Kepatihan), cuma kalau di kabupaten ada Forkompinda, (bisa) mengikuti proses secara online di lokasi masing-masing.

Proses pelantikan akan dilangsungkan mulai pukul 09.00 WIB. Ditargetkan proses tersebut selesai dalam dua jam. “Arahan umum tidak lebih dari dua jam, apalagi besok kan hari Jumat, jadi katakanlah kalau mulai jam 09.00 WIB ya jam 11.00 WIB udah selesai,” ujarnya.

Dirinya juga memastikan,” Proses pelantikan nantinya bakal menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Setelah seluruh pasangan bupati-wabup, gubernur dan tamu undangan masuk ke lokasi acara, gerbang menuju Bangsal Kepatihan bakal langsung ditutup. Ini untuk mencegah adanya kerumunan massa pendukung bupati-wabup terpilih memasuki area pelantikan,”Katanya. (sky)

Jogja Raya