RADAR JOGJA – Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi menegaskan wajib antigen 3 hari sekali bukanlah tujuan utama. Wacana ini bergulir agar para pedagang mau mengikuti program vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Kebijakan ini juga bertujuan menjaga roda perekonomian tetap berputar. Dengan vaksinasi, maka pedagang dapat beraktivitas dengan lebih normal.

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemkot Jogja ini mengajak pedagang terlibat aktif. Program vaksinasi sendiri bukan hanya untuk kebaikan pribadi. Lebih luas, dampak bagi kesehatan jauh lebih penting. Setidaknya melindungi diri apabila ingin beraktivitas secara normal.

“Jadi sanksi tidak boleh jualan atau harus melakukan swab antigen setiap 3 hari itu jangan dilihat dari sisi sanksinya. Tapi bagaimana kami mencoba melindungi warga, pedagang dan pengunjung di Malioboro dan Beringharjo, agar kondisi perekonomian bisa perlahan pulih,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (24/2).

Diketahui bahwa program vaksinasi tahap kedua menyasar para pelayan publik. Salah satunya adalah pedagang. Dipilihnya para pedagang karena dianggap memiliki aktivitas yang cukup tinggi. Termasuk potensi terpapar Covid-19.

Vaksinasi, lanjutnya, adalah upaya membangun daya imunitas dalam tubuh. Tujuannya untuk melawan virus Covid-19 yang berpotensi menular. Upaya edukasi masih akan berlangsung. Sasarannya adalah pedagang di sejumlah fasilitas publik.

“Dalam program ini masyarakat tak hanya sebagai objek dari kebijakan tapi juga menjadi subjek. Jadi memang partisipasi masyarakat sangatlah penting,” katanya.

Heroe turut menjawab kenapa program ini harus serempak. Menurutnya keikutsertaan seluruh pedagang sangatlah penting. Dia tak ingin ada celah masuknya Covid-19. Terlebih pasar dan pusat keramaian berpotensi mendatangkan orang dari berbagai wilayah.

Berdasarkan data, jumlah pedagang di kawasan Malioboro mencapai sekitar 20 ribu orang. Sementara pedagang di Pasar Beringharjo mencapai 8.141 orang, adapula 2.600 PKL dan 9.300 karyawan toko, hotel sampai petugas keamanan.

“Harapannya tentu iklim usaha di Malioboro dan Beringharjo bisa perlahan pulih, karena kondisi kesehatan pelaku usaha sudah mampu melindungi dengan vaksin untuk melawan virus yg datang. Calon pembeli yang datang juga jadi nyaman,” ujarnya.

Terkait mekanisme pendaftaran, Heroe telah melakukan sosialisasi kepada ketua komunitas. Pendaftaran akan dilakukan melalui website milik Dinas Kesehatan. Calon penerima vaksin juga akan menerima undangan dari Dinas Kesehatan Kota Jogja.

“Yang tidak registrasi, tidak bisa ikut vaksin. Jadi, ini supaya masyarakat juga tahu, orang tidak bisa divaksin, kalau belum dapat undangan dari penyelenggara. Sekarang tambahan vaksinnya itu sudah sampai di provinsi,” katanya.(dwi/sky)

Jogja Raya