RADAR JOGJA – Pengunjung yang hendak masuk ke Galeria Mal tak lagi ditembak thermo gun. Sebelum memasuki mal, pengunjung harus melalui skrining di depan sensor. Kemudian wajib melakukan scan barcode.
“Dengan QR barcode yang terintegrasi dengan CCTV ini harapan kami kalau terjadi apa-apa akan mudah melakukan tracking dan tracing,” kata General Manager Galeria Mal, Djoko Tjatur usai peluncuran Mal Tangguh di lobby utama Galeria Mal kemarin (24/2).

Dia mengatakan, prokes yang diterapkan di Mal yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman itu tidak sekedar cek suhu tubuh, memakai masker, dan mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer. Mal ini juga menerapkan QR Barcode yang terhubung melalui CCTV. “Kami cukup bangga menjadi salah satu tempat yang mendapat amanah sebagai mal tangguh dari Polresta,” katanya.
Dia mengisahkan, sejak kembali beroperasi pertengahan tahun lalu, semua departemen menggodok auran prottokol kesehatan. Hingga akhinrya muncul ide menggunalan QR Barcode. “Awalnya kami edukasikan dulu di internal karyawan dan tenan kami dulu,” jelasnya.

Sampai akhirnya, layanan QR Barcode tersebut di-publish untuk seluruh pengunjung. Sebelum memasuki mal, pengunjung harus skrining di pintu masuk oleh petugas. Meski pada awalnya tidak sedikit ada komplain dari pengunjung lantaran prokes yang cukup mempersulit mereka. “Namun, edukasi dan pendekatan terus dilakukan untuk pencegahan di awal,” terangnya.
Banyak hal dilakukan tidak hanya dari faktor kesehatan yang diupayakan. Dalam rangka memulihkan ekonomi dan transaksi serta tenan bisa tetap berjalan, manufer inovasi-inovasi dilakukan seperti mengendalikan efisiensi biaya. “Dan ternyata yang kami lakukan setahun ini dicermati oleh Polri,” imbuhnya.

Kapolresta Jogja, Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro mengatakan, mal tangguh merupakan program yang telah dicanangkan selain Kampung Tangguh Nusantara, Kampus Tangguh, Transportasi Tangguh, dan lain sebagainya. Ini menjadi upaya jajaran kepolisian untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa ada prosedur yang harus dilewati untuk beraktifitas di tengah situasi pandemi Covid1-19. “Pada intinya ini sekaligus memberikan edukasi ke masyarakat kalau dulu jalan-jalan ke mal bisa masuk sembarangan, sekarang prokes harus dilakukan mulai dari masuk pakai QR Barcode, cuci tangan, dan sebagainya,” katanya.

Mal Galeria dinilainya paling awal menerapkan prokes terutama dengan model QR Barcode yang bisa terhubung langsung dengan CCTV yang ada. Meski, mal-mal lain juga telah menerapkan prokes tetapi belum sampai pada level yang sama seperti halnya Galeria Mal. “Ini memudahkan tracing, dengan harapan orang mau masuk mal aman tidak sampai terjadi klaster baru di mal,” tambahnya. (wia/pra)

Jogja Raya