RADAR JOGJA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih bekerja di Jogjakarta untuk menyidik kasus dugaan korupsi renovasi Stadion Mandala Krida yang merugikan negara Rp 35 miliar itu. Pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terkait proyek ini terus dilanjutkan.

Setelah enam orang Senin (22/2) diperiksa di Mapolres Sleman, penyidik KPK ganti memeriksa lima orang lagi di tempat yang sama Selasa (23/2). Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebut, kelimanya adalah Aminto Mangun Diprojo (pemilik PT Kenanga Mulya, PT Bimapatria Pradanaraya, dan PT Tata Analisa Multi Mulya), Thomas Hartono (karyawan swasta), Erlina Hidayati (sekretaris Dinas Kebudayaan DIJ), Suroyo (kepala Bidang Perencanaan Disdikpora DIJ) dan Sumadi (Inspektorat DIJ).

Ali Fikri juga membenarkan KPK telah memeriksa enam orang pada Senin (22/2) lalu di Mapolres Sleman. Mereka adalah Eka Yulianta (kepala studio PT Arsigraphi), Gutik Lestarna (PNS di Biro Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan Pembiayaan Pembangunan Sekretariat Provinsi DIJ), Paidi (direktur III dari CV Reka Kusuma Buana), Ahmad Edi Zuhaidi (direktur dari PT Eka Madra Sentosa). Sekretaris Provinsi DIJ Kadarmanta Baskara Aji juga termasuk yang ikut diperiksa.

Sedangkan satu sosok lain lagi adalah Hendrik Gosal, direktur utama PT Cipta Baja Trimarta. Bedanya Hendrik diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. “Semua masih berstatus saksi. Kami mendalami pengetahuan mereka terkait dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaan oleh para subkontraktor yang mengerjakan proyek renovasi Stadion Mandala Krida,” jelas Ali Fikri.

Sementara itu, secara terpisah aktivis Jogja Corruption Watch (JCW) Baharuddin Kamba mengirimkan dua surat. Kedua surat itu untuk pimpinan dewan pengawas (Dewas) KPK dan pimpinan KPK.

Dua surat dikirim melalui Kantor Pos Besar Jogja Selasa (23/2) pagi. Surat yang ditujukan untuk Dewas KPK berisi dorongan agar Dewas KPK melakukan pemeriksaan terhadap Wakil Ketua KPK Alexander Marwata karena telah melakukan pertemuan dua kali dengan Gubernur Hamengku Buwono X. Proses penyidikan kasus ini masih berlangsung, sehingga pertemuan pimpinan KPK dengan gubernur DIJ itu dinilai tidak perlu dilakukan. “Pertemuan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dengan Gubernur HB X sangatlah tidak etis,” tandas Kamba.

Sementara itu surat yang ditujukan kepada pimpinan KPK berisi imbauan agar dapat melakukan audit investigasi terhadap seluruh bangunan di Stadion Mandala Krida. Hal itu penting dilakukan guna memastikan ada tidaknya penyimpangan. “KPK dapat bekerjasama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan DIJ dalam hal melakukan audit investigasi terhadap bangunanitu,” tegas Kamba.

JCC juga mendorong KPK segera mengumumkan nama para tersangka dalam kasus korupsi proyek renovasi Stadion Mandala Krida Jogja ini.
Dalam pengiriman dua surat kepada Dewas KPK dan pimpinan KPK ini, Baharuddin Kamba sengaja membawa uang pecahan Rp. 1000 dan Rp. 500 untuk membayar biaya pengiriman. Total biayanya Rp 32 ribu. “Ini simbol perlawanan rakyat terhadap kasus korupsi. Saya minta kepada masyarakat untuk terus mengawal kasus korupsi ini,” tandas Kamba. (kur/laz)

Jogja Raya