RADAR JOGJA- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) peringatkan warga di pesisir DIJ agar berhati-hati pasalnya, wilayah selatan atau pesisir DIJ akan dilewati sirkulasi siklonik.

Fenomena ini bukanlah badai siklon, tetapi hanya benihnya atau bibitnya yang tidak berkembang sampai menjadi badai siklon tetapi berdampak meningkatkan curah hujan, angin kencang, gelombang tinggi.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, menuturkan, waspada hujan lebat pada tanggal 24-28 Februari, karena ada pengaruh sirkulasi siklonik. “Awalnya ini dari utara Australia sekarang sudah sampai di selatan Nusa Tenggara, dan diprediksi sampai DIJ pada tanggal 25,” katanya Selasa (23/2).

Dwikorita menambahkan, sirkulasi siklonik berjarak ratusan kilometer dari Gunungkidul tetapi diperkirakan akan berdampak hingga pesisir, yang bisa mengakibatkan gelombang tinggi, dan juga angin kencang.

Dampaknya bisa sampai pesisir,bisa menyebabkan gelombang tinggi, angin kencang, dan curah hujan tinggi, untuk angin diprediksi bisa sampai ke Jalan Dandels yang terletak di Kulonprogo.

“Kami tadi juga bertemu dengan kepala BPBD agar untuk antisipasi angin kencang ini, semoga angin tidak sampai memutar hanya kencang saja,” tambahnya.

Dia mengimbau para nelayan yang melaut harus lebih hati-hati, karena adanya sirkulasi siklon. (sky)

Jogja Raya