RADAR JOGJA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman targetkan 150 ribu jiwa dapatkan jatah vaksin di tahap dua. Hal ini karena ada 15 kategori yang masuk dalam sasaran pelayanan publik.
Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo menjelaskan, sasaran bagi petugas pelayanan publik dan lansia untuk tahap dua memang lebih banyak. Jika dibandingkan dengan jumlah penerima vaksin di tahap pertama yang hanya mencapai 14.690 orang.
”Sepuluh kali lipat dari jumlah penerima vaksin tahap pertama, masih menjadi tugas Dinkes untuk bisa ter-cover dengan baik,” jelas Joko Senin (22/2).
Agar seluruhnya masyarakat yang sudah terdata dan mendapatkan jatah vaksin, bisa divaksinasi sesuai jadwal. Sekitar 14 ribu penerima vaksin di tahap pertama saja ada beberapa catatan. ”Untuk sasaran 150 ribu, masih menjadi PR bagaimana caranya semua bisa ter-cover dengan baik,” kata Joko.
Dari 150 ribu sasaran, lanjut Joko berasal dari 15 kategori pelayan publik. Diantaranya adalah tenaga pendidik, tokoh agama, pegawai pemerintah, TNI, polri, transportasi publik, atlet, wartawan dan pekerja media, DPR/DPD/DPRD, BUMN, BUMD dan beberapa lainnya.
Plt Kasi Survim Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sleman Dyah Arum Retnaningtyas menjelaskan, pendataan vaksinasi tahap dua sudah dimulai 22-28 Febrhari. Dari 15 kategori yang ada, pelayan publik yang dimaksud adalah yang kantor, instansi atau tempat bekerja ada di Sleman. Nantinya, para petugas tersebut bisa mendaftarkan diri pada link daftarvaksin.slemankab.go.id. “Untuk lansia fokusnya baru di Kota Jogjakarta. Jadi di Kabupaten Sleman menunggu infomasi lebih lanjut,” ungkap Dyah.
Sementara itu, Kabid P2P Dinkes Sleman, Novita Krisnaeni menambahkan, vaksinasi tahap dua direncanakan akan dilakukan pemberian suntikan pertama pada Februari minggu keempat. Sedangkan untuk tahap tiga, akan dilakukan pada Mei hingga Juli.  Menyasar masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi, yang berusia 18 tahun ke atas.
“Tahap keempat, pelaksanaan Agustus hingga Desember. Dengan sasaran vaksinasi adalah masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya, sesuai dengan ketersediaan vaksin,” ungkapnya.
Menurut Novita, hingga saat ini belum diketahui pasti bertahan berapa lama kekebalan seseorang setelah disuntik vaksin Covid-19. Hanya saja menurut penilitian, 99,23 persen otang yang disuntik vaksin Sinovac masih memiliki kekebalan terhadap Covid-19 hingga 3 bulan pasca disuntik.
“Waktu maksimal bertahannya kekebalan dan evektifitas untuk Covid-19 setelah disuntik vaksin belum diketahui,” lanjut Novita. (eno/bah)
Jogja Raya