RADAR JOGJA – Penyidik KPK mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan proyek Stadion Mandala Krida APBD 2016/2017. Sejumlah saksi dipanggil untuk dimintai keterangan.

Salah satu yang dipanggil yakni Staf Ahli Gubernur DIJ  Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Sumadi.   Sosok Sumadi kala itu menjabat sebagai Kepala Inspektorat Pemprov DIJ.

Pemeriksaan terhadap Mantan Sekda Pemkab Sleman ,Selasa (23/2) ini berlasung di Mapolres Sleman.

Dia datang untuk memenuhi panggilan pemeriksaan KPK. Usai pemeriksaan, Sumadi mengaku tidak diperiksa. Hanya sebatas pertanyaan seputar tugas pokok fungsi Inspektorat Pemprov DIJ.

“Tidak diperiksa, karena (menjabat) inspektorat cuma sebentar. Cuma ditanya tugas pokok fungsi inspektorat gitu aja. Karena aku sebentar di inspektorat jadi saya tidak berkaitan dengan apa yang jadi bahan pemeriksaan,” jelasnya.

Disinggung tentang pembangunan Stadion Mandala krida, Sumadi tak berbicara banyak. Dia berkilah tidak lama menjabat sebagai Kepala Inspektorat. Bahkan dia mengaku tidak pernah memeriksa pelaksanaan proyek tersebut.

Terkait jumlah pertanyaan, Sumadi mengaku tak ingat. Hanya saja dia telah masuk ruang pemeriksaan sekitar pukul 12.00. Dia juga tak mengingat siapa saja yang dipanggil selain dirinya.

“Cuma sebentar (diperiksa) habis dzuhur aku ke sini. Siapa saja (yang diperiksa) tidak tahu, tidak bareng datangnya terakhir. (Pertanyaan), wah lupa karena sambil bercanda soalnya tadi,” katanya.

Dalam rilisnya, KPK memastikan ada pemeriksaan sejumlah saksi.  Selain Sumadi, keempat saksi lainnya adalah pemilik PT. Kenanga Mulya, PT Bimapatria Pradana Raya dan PT Tata Analisa Multi Mulya yaitu Aninto Mangun Diprojo dan seorang pihak swasta lainnya, Thomas Hartono.

Selain itu KPK juga memeriksa mantan Sekretaris Dinas Kebudayaan DIJ yang kini menduduki jabatan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Erlina Hidayati Sumardi. Adapula mantan Kepala Bidang Perencanaan Disdikpora DIJ Suroyo.

Dihubungi terpisah, Erlina Hidayati mengaku untuk saat ini belum menerima surat pemanggilan KPK.  Hanya saja dia tak menampik sempat dipanggil KPK. Tepatnya saat awal dugaan kasus korupsi Mandalakrida mencuat.

“Kalau kemarin memang sempat ditanya. Kalau yang hari ini belum. Kemarin itu hanya dimintai keterangan saja, dimintai informasi terkait pembangunan Stadion Mandala krida karena dulu kan saya di Bappeda,” ujarnya.(dwi/sky)

Jogja Raya