RADAR JOGJA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan terhadap tim pelaksana kegiatan (TPK) pembangunan Stadion Mandala Krida Jogja tahun APBD 2016-2017. Pemeriksaan berkaitan kasus dugaan korupsi stadion ini dilakukan di Mapolres Sleman, Senin (22/2) siang.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyampaikan, pemeriksaan dilakukan terhadap enam orang dari kalangan pemerintahan maupun pihak swasta yang terlibat pembangunan Stadion Mandala Krida. Mereka adalah Gutik Lestarna (PNS di Biro Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan Pembiayaan Pembangunan Sekretariat DIJ), Eka Yulianta (kepala Studio PT Arsigraphi), Paidi (direktur III CV Reka Kusuma Buana), Hendrik Gosal (dirut PT Cipta Baja Trimatra), Ahmad Edi Zuhaidi (direktur PT Eka Madra Sentosa), dan Bima Setyawan (komisaris PT Bimapatria Pradanaraya).

“Total ada enam orang yang diperiksa hari ini,” jelas Ali Fikri kepada awak media melalui keterangan resminya Senin (22/2). Ditanya perihal pemeriksaan ini, ia mengaku belum dapat menyampaikan detail kasus dan tersangkanya.

“Ini karena sebagaimana telah kami sampaikan bahwa kebijakan pimpinan KPK terkait pengumuman tersangka, akan dilakukan saat penangkapan atau penahanan telah dilakukan. Saya berharap rekan-rekan media memahami kebijakan ini dan memberikan waktu tim penyidik KPK menyelesaikan tugasnya lebih dahulu,” kata Ali.

Dikatakan, nanti pada waktunya KPK pasti akan memberitahukan kepada masyarakat dan media tentang konstruksi perkaranya. “Juga alat buktinya apa saja dan akan dijelaskan siapa yang telah ditetapkan sebagai tersangka beserta pasal sangkaannya,” tambah Ali.

Sementara itu, Kabag Humas Polres Sleman Iptu Edy Widaryanto saat dikonfirmasi soal pemeriksaan enam orang terkiat kasus korupsi Stadion Mendala Krida yang merugikan negara Rp 35 miliar itu, mengaku belum ada informasi terkait pemeriksaan. “Maaf, belum ada info terkait itu,” tandasnya.
Namun, ada yang menarik dari proses pemeriksaan tersebut. Menurut pantauan Radar Jogja, Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIJ Kadarmanta Baskara Aji tampak keluar dari ruang pemeriksaan Polres Sleman.

Sayangnya, mantan kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ itu ketika ditanya ada keperluan apa di Mapolres Sleman, buru-buru pergi dan menghindar dari wartawan. “Nggak dulu, nanti di kantor saja,” ujar Aji, sembari berjalan cepat menuju mobilnya. (kur/laz)

Jogja Raya