RADAR JOGJA- Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di sebagian Jawa-Bali hingga tanggal 8 Maret mendatang.

Untuk mengatasi pandemi Covid-19, keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan hasil PPKM sejak 9 Februari lalu.

Perpanjangan PPKM mikro ini berlaku pada 23 Februari sampai 8 Maret 2021 di RT/RW pada desa/kelurahan di 123 kabupaten/kota yang ditetapkan oleh masing-masing gubernur sebagai prioritas wilayah penerapan PPKM mikro. Perpanjangan ini diputuskan karena PPKM yang sudah berjalan menunjukkan hasil positif.

Gubernur  DIJ Hamengku Buwono X memastikan bakal ikut memperpanjang pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat (PKTM) mikro di wilayahnya. “Pasti diperpanjang, jadi pasti,” kata HB X Senin(22/2).

HB X menyebut, alasan memperpanjang PTKM mikro di Jogja karena kasus virus Corona masih fluktuatif. Dia berharap dengan perpanjangan PTKM mikro di Jogja itu bisa menurunkan jumlah kasus Covid-19. “Ya semakin turun kan masih fluktuatif.

Kita hijau, lingkungannya merah kan ikut merah, tinggal waktunya aja, tidak mungkin tidak. Jadi sudah merah semua ya harapannya turun semua,” ujarnya.

Terkait perubahan aturan untuk perpanjangan PPKM mikro di DIJ, HB X mengaku masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat. “Kita belum tahu persis, kita kan tunggu keputusannya pemerintah pusat. Nanti kan bicaranya kan se-Jawa Bali, ada persyaratan tambahan saya belum tahu,” ujarnya. (sky)

Jogja Raya