RADAR JOGJA – Pemkot Jogja melakukan pengadaan cadangan beras secara berkelanjutan tiap tahun. Pengadaan tahun ini akan ditambah sebanyak 15 ton.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja Suyana mengatakan, pemenuhan cadangan beras dilaksanakan berkelanjutan setiap tahunnya. Hingga nanti mencapai target pemenuhan sebanyak 120 ton. “Kami wajib mempunyai cadangan beras untuk ketahanan pangan,” katanya Minggu (21/2).

Suyana menjelaskan, penetapan sebanyak 120 ton itu sesuai dalam Peraturan Wali Kota Jogja Nomor 22 Tahun 2019 tentang Cadangan Beras Pemerintah Kota. Dalam pemenuhannya, tidak bisa semuanya dilakukan dalam satu kali pengadaan setiap anggaran. “Makanya setiap tahun kami tambah terus,” ujarnya.

Hingga saat ini pemenuhan cadangan beras Pemkot Jogja baru mencapai 16,75 ton. Untuk pengelolaan dan penyimpanannya bekerjasama dengan Taru Martani selaku pihak ketiga. Dalam hal ini, pihak ketiga bisa menjual beras dengan catatan manakala dibutuhkan. Maka harus mampu menyediakan secara langsung. “Cadangan beras untuk ketahanan pangan itu beda dengan yang (cadangan beras) untuk bantuan sosial. Kalau untuk ketahanan pangan baru akan dikeluarkan ketika terjadi kekurangan pangan,” jelasnya.

Cadangan beras pemkot ini memang penting dan sangat dibutuhkan. Sebab, ketika terjadinya krisis atau kekurangan pangan maka pemkot memiliki simpanan pangan tersebut. “Jadi ketahanan pangan itu bukan sekedar punya duit terus bisa beli pangan, tapi harus punya bahan pangan sendiri,” tambahnya. (wia/pra)

Jogja Raya