RADAR JOGJA- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta memperingatkan wisatawan dan masyarakat  mewaspadai potensi hujan lebat disertai petir berdasarkan perkiraan yang berlaku Senin-Selasa, ( 22-23 Februari ).

Kepala Stasiun Klimatologi Mlati  Badan Meteorologi  Klimatologi  dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta Reni Kraningtyas  mengatakan, selain terjadi di kawasan dataran tinggi yang di dalamnya termasuk obyek wisata seperti Perbukitan Menoreh Kulon Progo dan kawasan wisata Gunung Merapi Kabupaten Sleman, hujan lebat disertai petir juga diperkirakan terjadi di area perkotaan 4 kabupaten.

“Waspada potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat petir dan angin kencang di Sleman utara, Kulon Progo utara serta potensi gelombang tinggi di perairan selatan  Jogjakarta,”ujarnya Senin (22/2) .

Reni menjelaskan, di Kabupaten Sleman misalnya dalam periode dua hari ke depan, 22-23 Februari, hujan petir diprediksi melanda 9 kecamatan mulai siang hari sekitar pukul 13.00 WIB. Meliputi Kecamatan Prambanan, Sayegan, Kalasan, Berbah, Minggir, Mlati, Tempel, Sleman, dan Turi.

Di Kabupaten Bantul hujan petir diprediksi akan terjadi setidaknya di empat kecamatan yakni Banguntapan, Piyungan, Pleret (13.00 WIB) dan Dlingo (16.00 WIB).

Lalu di Kabupaten Gunungkidul hujan petir diprediksi terjadi di Kecamatan Paliyan (16.00 WIB) dan Patuk (13.00 WIB).  Sedangkan di Kabupaten Kulon Progo, hujan petir diprediksi melanda Kecamatan Samigaluh dan Kalibawang sekitar pukul 13.00 WIB.

Prakiraan tinggi gelombang  perairan selatan Jogjakarta  berkisar antara 2.5-4.0 meter (kategori tinggi).

Untuk perkiraan kawasan Malioboro juga sepanjang pantai selatan Jogjakarta kondisi cuaca akan lebih dominan cerah meski akan tampak muncul mendung dari pagi hingga sore. Sedangkan Pantai Parangtritis, Depok, juga Pantai Glagah serta Trisik baru diguyur hujan memasuki malam hari.

“Hanya Kota Jogja dominasi perkiraan cuaca selama dua hari ke depan hujan ringan pada siang hari,” jelasnya. (sky)

Jogja Raya