RADAR JOGJA – Penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di DIJ mendapatkan apresiasi dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Petinggi TNI dan Polri itu melakukan peninjauan ke Posko PPKM Mikro di Balai Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Sleman, Jumat (19/2). Sistem kerja sama antar instansi yang dijalankan dalam posko gabungan atau posko terpadu ini dinilai efektif menekan persebaran Covid-19.

“Terkait pelaksanaan 3T (testing, tracing dan treatment), isolasi terpadu maupun mandiri, baik. Kemudian dukungan logistik pun berjalan lancar,” puji Marsekal Hadi Tjahjanto usai melakukan pemantauan di lokasi.

Menurutnya, jika tugas ini dilaksanakan bersama-sama seperti program pelacakan dan pembatasan sosial, Panglima TNI optimistis dapat memerangi virus itu dan menggembalikan zona kuning ke zona hijau seperti semula. Seperti halnya kondisi Maguwoharjo saat ini, di mana dari 206 RT yang masuk zona kuning ada 15 RT.

“Tidak ada zona merah. Kita semua optimistis semua RT akan masuk zona hijau apabila kita melaksanakan tugas bersama-sama, seperti saat ini kita laksanakan,” bebernya.

Hal senada disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dia mengaku telah menerima laporan dari Wakil Gubernur DIJ Paku Alam X. Secara umum telah dijelaskan hasil perkembangan kegiatan PPKM Mikro.

“Apabila kita lihat dari data yang ada, hasilnya sangat signifikan. Artinya perubahan zona merah yang tadi dilaporkan banyak terjadi penurunan, menjadi warna kuning dan banyak bertambah warna hijau,” ujar jenderal bintang empat ini.

Dikatakan, tingkat positif rate-nya pun turun, meskipun dilaporkan kasus meninggal meningkat banyak komorbid. Pihaknya melaksanakan uji sampel di kalurahan, mulai aspek SDM logistik dan kelengkapan posko. Memperketat pelaksanaan tracing di tingkat RT dan isolasi mandiri (isoman) dapat dipantau.

Diharapkan kegiatan ini terus berlanjut. Manakala terasa adanya gejala dimungkinkan Covid-19, jangan segan melapor kepada petugas. Agar segera bisa dilaksanakan tracing, siapa saja yang kontak erat. “Tadi juga ada aplikasi yang digunakan memantau keberadaan yang positif. Ini sangat bagus dikembangkan,” ujarnya.

Kapolri yang SMA-nya di Jogja ini mengatakan, Jogja merupakan tempat pariwisata. Dia menyarankan agar pintu masuk bandara dipersiapkan, termasuk swab antigen di hotel. Sehingga tamu yang masuk yakin hotel kondisinya sehat. “Ini penting sehingga wilayah DIJ bisa kembali tumbuh, karena wisawatan yakin bahwa di Jogja zonasinya sudah berubah,” tandas pria 52 tahun ini.

Lurah Maguwoharjo Imindi Kasmiyanto menyebut, awal kemunculan kasus Covid-19 di Maguwoharjo terjadi pada Juli 2020 lalu. Sebelum PPKM, sembilan padukuhan berada di zona kuning dan 11 padukuhan zona hijau. Sementara jumlah kasus yang terjadi selama pandemi per 18 Februari ada 458 kasus. Dengan jumlah sembuh 417 kasus , 28 dalam perawatan dan terkonfirmasi meninggal 13 orang. (mel/laz)

Jogja Raya