RADAR JOGJA- Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja  menilai penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Jogja bisa menurunkan kasus Covid-19.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan, hal ini terbukti dengan jumlah kasus aktif positif Covid-19 per mingguan mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya.

“Dilihat jumlah pertumbuhan kasus positif per minggunya sudah mulai turun sekarang. Kami berharap dengan turunnya angka kasus mingguan ini menunjukkan efektivitas PPKM mulai terlihat,” ujarnya, Jumat (19/2).

Heroe menambahkan, pertumbuhan mingguan kasus Covid-19 di Kota Jogja jumlahnya sekitar 500 per minggunya yakni terjadi pada minggu ke-44, minggu ke-45, minggu ke-46.

“Sedangkan pada minggu ke-47 mulai mengalami penurunan menjadi 406 kasus, minggu ke-48 jadi 271 kasus dan minggu ke-49 jadi 241 kasus. Dari situ terlihat angka kasus per minggu, sudah turun sekitar 50 persen dari kasus mingguan sebelumnya,” tambahnya.

Pemkot Jogja mencatat kasus konfirmasi positif Covid-19 per Rabu (17/2) yang dirawat maupun menjalani isolasi sebanyak 405 kasus, 3.771 sembuh dan 198 meninggal.

Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 tersebut sudah menurun signifikan dibandingkan dengan sebelumnya yang pernah mencapai angka 700-an kasus.

“Kami berharap bisa turun terus. Hanya saja harapan kami liburan panjang Imlek tidak menimbulkan jumlah kasus ┬ácovid-19,”katanya.

Heroe menuturkan, pada penerapan PPKM mikro nantinya proses testing, tracing treatment ditingkatkan, tetapi masih menggunakan rapid test antigen.

Heroe meminta posko-posko yang telah dibangun di tingkat RT/RW agar melakukan pendataan, pencatatan dan pengawasan terhadap orang yang keluar masuk di lingkungannya serta terhadap warga yang isolasi mandiri.

“Kami akan menunggu dua minggu lagi untuk melihat apakah PPKM mikro bisa lebih menggenjot lagi penurunan kasus Covid-19 di Kota Jogja,” ujarnya. (sky)

Jogja Raya