RADAR JOGJA – Pemkot Jogja akan kembali mendata kelompok sasaran lanjut usia (lansia), komorbit, penyintas Covid-19, sasaran tertunda, sampai ibu menyusui untuk divaksinasi. Itu setelah ada rekomendasi dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Persatuan Dokter Penyakit Dalam.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja Emma Rahmi Aryani mengatakan, aturan tersebut sesuai Keputusan Kemenkes yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/I/368/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 pada Kelompok Sasaran Lansia, Komorbid, dan Penyintas Covid-19, serta Sasaran Tunda. “Kemarin yang tidak diperbolehkan, memang ini boleh dilakukan dengan catatan,” katanya pada Konferensi Pers di Kompleks Balai Kota Rabu (17/2).

Meski telah diperbolehkan, pemberian vaksin virus korona harus tetap mengikuti petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Seperti menjalani proses skrining meja satu dan dua. “Kalau parameter skrining bisa lolos langsung ke meja penyuntikan dosis satu dan selanjutnya nanti dosis dua,” ujarnya.

Dia mencontohkan, seperti penyintas Covid-19 bisa divaksinasi jika sudah dinyatakan sembuh lebih dari tiga bulan. Ibu menyusui juga bisa memperoleh vaksin virus korona. Serta pemberian vaksinasi pada kelompok usia 60 tahun ke atas, sebanyak dua dosis dengan interval pemberian 28 hari.

Sejauh ini, lanjut dia, sebesar 99,8 persen vaksinasi tahap pertama kelompok sasaran dengan total 9.710 tenaga kesehatan telah menjalani vaksinasi injeksi pertama. Sementara, 61,9 persen menjalani vaksinasi injeksi kedua. Sesuai target, proses vaksinasi nakes diharap bisa selesai lebih cepat akhir Februari ini. “Walaupun kami mungkin juga harus menyisir lagi karena ada yang ditunda sekitar 10 persen. Itu pun akan kita laksanakan sesuai distribusi vaksin,” terangnya.

Sementara, masih ada sekitar 972 nakes yang tertunda mendapat imunisasi. Ini lantaran terkendala aturan lama. Baik karena penyintas Covid-19, hamil dan menyusui, atau memiliki riwayat penyakit bawaan. Namun, jumlah itu tetap akan ada pemanggilan ulang untuk dilakukan skrining kembali.

Selain itu, Dinkes juga sudah sembari menyiapkan pelaksanaan vaksinasi tahap kedua dengan kelompok sasaran pelayanan publik meliputi ASN, TNI, Polri, guru, dosen, BUMD, BUMN, tokoh agama, tokoh masyarakat, anggota DPRD dan pedagang yang masuk dalam prioritas, serta lansia. Misalnya, pedagang di 30 pasar tradisional, pedagang kaki lima di kawasan malioboro, toko-toko, dan mal. Belum lagi pedagang di pasar modern maupun mal-mal di kota Jogja. “Itu bisa tidak harus lewat Dinkes, bisa langsung dari intansinya yang mendaftarkan,” tambahnya.

Pun nanti, pelaksanannya akan disesuaikan dengan prioritas urutan sesuai distribusi vaksin dari pusat. Saat ini Dinkes sudah mendapatkan data lebih kurang 35 ribu untuk pelayanan publik tersebut. “Tapi data ini masih berjalan terus ya, memang kita diarahkan melaporkan data-data prioritas tahap kedua vaksinasi ini ke Pusdatin,” jabarnya.

Terpisah, Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan, kelompok sasaran tahap kedua yakni lansia, aparat pelayanan publik baik ASN, TNI, Polri maupun mereka yang melayani masyarakat secara langsung. Nanti akan menjadi bagian yang menerima dosis vaksinasi tahap kedua. “Nanti teman-teman malioboro dan Pasar Beringharjo akan menjadi prioritas kita. Ini sedang menunggu vaksinnya datang secara bergelombang,” katanya. (wia/pra)

Jogja Raya