RADAR JOGJA РPembayaran insentif tak sekuat perjuangan tenaga kesehatan penanganan  Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Nyatanya hingga hari ini insentif dari pemerintah pusat tersebut belum terbayarkan. Bahkan diketahui sudah menunggak dari Oktober hingga Desember 2020.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DIJ jumlah tunggakan insentif nakes di Jogjakarta mencapai Rp 36,791 Miliar. Jumlah ini merupakan akumulasi sejak tunggakan awal di Oktober 2020. Dinas Keshetaan DIJ terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar insentif bagi nakes penanganan Covid-19 di Jogjakarta kembali lancar.

“Benar ada tunggakan sebesar kurang lebih Rp 36,791 Miliar. Kami terus berkoordinasi dengan Kemenkes. Info terakhir sudah diproses pembayarannya, tinggal tunggu transfernya,” jelas Kepala Dinkes DIJ Pembajoen Setyaningastutie, Selasa (16/2).

Terkait penyebab menunggak, Pembajoen tidak menjelaskan. Walau begitu, dia memastikan seluruh data telah masuk ke Kemenkes. Itulah mengapa proses pembayaran insentif dipegang langsung oleh Kemenkes.

Dinkes DIJ, lanjutnya, tak memiliki data detil junlah nakes penerima insentif. Ini karena seluruh data merupakan usulan dari masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan. Alurnya langsung tertuju kepada Kementerian Kesehatan.

“Kami hanya terima CC-nya (pemberitahuan) secara global saja. Lalu Dinkes DIJ memang tidak lagi melakukan verifikasi terhadap usulan tersebut. Yang jelas nakes itu dari rumah sakit dan puskesmas,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo menjelaskan bahwa pembayaran insentif dilakukan per termin. Contohnya bulan Maret sampai Mei dibayarkan pada bulan Agustus. Sleman sendiri mengalami tunggakan insentif dari September hingga Desember 2020.

Hasil koordinasi, tunggakan insentif akan dibayarkan medio awal 2021. Joko memastikan tak ada penundaan maupun pengurangan insentif. Seluruhnya masih berlaku sejak kebijakan insentif turun.

“Tunggakan ini sebetulnya lebih ke teknis administratif saja. Ini karena aturan dari pusat yang terus berubah-ubah sehingga faskes jadi gamang untuk mengurusnya,” curhatnya.(dwi/sky)

Jogja Raya