RADAR JOGJA – Klaster kegiatan ibadah pada salah satu masjid di Kalurahan Jangkaran, Kapanewon Temon, Kulonprogo meluas. Gugus Tugas Covid-19 setempat menyebut ada penambahan sebanyak 19 kasus positif pada Minggu (14/2). Dengan demikian total dari klaster ini tercatat 57 kasus penularan.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Baning Rahayujati mengungkapkan, 57 kasus terkonfirmasi positif itu merupakan penularan dari jamaah ke anggota keluarga lainnya. Dari jumlah itu ada satu kasus meninggal dunia, lima dirawat di rumah sakit dan satu orang dirujuk. Total kasus Covid-19 di Kulonprogo menjadi 2.159 kasus.

Berdasar hasil penyelidikan Gugus Tugas, Baning menyatakan awal penularan klaster pengajian di Jangkaran ini berawal dari imam masjid yang melakukan kontak dengan imam lain di wilayah Purworejo. Hal itu diperkuat dengan adanya temuan kasus positif di wilayah tersebut, sebelum ditemukannya klasterisasi Jangkaran.

“Kasus pertama ditemukan indepht cases dari imam yang berasal dari Purworejo. Di mana di sana juga ada kasus positif sebelumnya,” terang Baning kepada wartawan (15/2). Lebih Lanjut Baning menyatakan, pihaknya kini juga telah menutup masjid yang menjadi lokasi penularan.

Selain itu juga melakukan tracing lanjutan guna melihat potensi penularan lain dari kegiatan itu. Mengingat di masjid tersebut juga sempat digelar berbagai kegiatan lain seperti salat berjamaah dan tahlilan.

Baning mengatakan, meluasnya klaster kegiatan ibadah di wilayah Jangkaran disebabkan masih adanya tradisi salaman atau jabat tangan antarjamaah. Meskipun demikian ia menyebut para jamaah di masjid itu telah mengenakan masker selama kegiatan ibadah berlangsung.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap patuh terhadap prokes saat melakukan kegiatan bersama masyarakat lain dan tetap menjaga jarak saat ibadah yang sifatnya jamaah. Agar klaster seperti ini tidak terulang kembali,” imbaunya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekertaris Kalurahan Jangkaran Fajar Purdiarna menyatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi tentang protokol kesehatan dan membatasi kegiatan sosial di masyarakat. Kegiatan sterilisasi tempat ibadah maupun fasilitas umum juga sudah dilakukan.

“Satgas di tingkat desa juga telah membangun posko untuk penyaluran bantuan pangan terhadap warga terkonfirmasi positif dan yang menjalani karantina mandiri di rumah,” tambah Fajar. (inu/laz)

Jogja Raya