RADAR JOGJA – Meski kunjungan wisata mengalami peningkatan saat libur Tahun Baru Imlek kemarin, jumlahnya tidak signifikan jika dibandingkan hari normal sebelum Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman Suci Iriani Sinuraya menjelaskan, kunjungan wisata saat Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) pada libur Imlek 12-14 Februari hanya relatif kecil.

Seperti pada kunjungan di Tebing Breksi Prambanan, hanya sebanyak 2.281 pengunjung pada 12-14 Februari. Sedangkan kunjungan pada minggu sebelumnya yakni 5-7 Februari, total pengunjung sebanyak 1.538 orang. Begitu pula dengan tingkat kunjungan kawasan Wisata Kaliurang mengalami peningkatan.

Pada libur Imlek di tanggal yang sama, jumlah pengunjung mencapai 1.898 orang. Sedangkan kunjungan pada minggu sebelumnya yakni 5-7 Februari sebanyak 1.216 pengunjung. “Di Kaliadem saat 12-14 Februari ada 3.014 pengunjung. Kunjungan minggu sebelumnya 801 pengunjung,” kata Suci melalui keterangan tertulis Senin (15/2).

Ia menambahkan, meski terjadi peningkatan dibanding penerapan PTKM seminggu sebelumnya, destinasi wisata dinilai sudah siap dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Seperti destinasi lain di Sleman yang sudah kembali dibuka sejak 9 Februari. “Seperti Candi Ijo dan Candi Sambisari baru dibuka kembali pada masa PTKM,” lanjutnya.

Menurut Suci, pelaksanaan protokol (prokes) kesehatan atau SOP pada pelaksanaan operasional terbatas secara umum dilaksanakan dengan baik oleh pengelola wisata. Pihak manajemen atau kelompok masyarakat yang mengelola destinasi-destinasi di wilayah Sleman rata-rata sudah menyadari pentingnya konsistensi pelaksanaan prokes yang tidak hanya untuk melindungi wisatawan. Tetapi juga untuk melindungi karyawan dan juga lingkungannya.

Suci mengimbau kepada seluruh pelaku usaha jasa pariwisata (UJP) dan juga pengelola destinasi, agar tetap mematuhi jam operasional serta melaksanakan prokes dengan baik dan konsisten. “Dinas Pariwisata maupun Tim Satgas Covid-19 tetap melakukan monitoring dan akan menindak tegas menutup UJP maupun destinasi yang tidak mematuhi ketentuan sesuai Instruksi Bupati,” ungkapnya. (eno/laz)

Jogja Raya