RADAR JOGJA- Pasca temuan kasus terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Pengadilan Negeri (PN) Kota Jogja menutup aktivitas pelayanan publik hingga Jumat (19/2). Tercatat ada sembilan temuan kasus yang berawal dari 9 Februari.

Humas PN Kota Jogja Nuryanto menuturkan penutupan dilakukan karena kasus terus berkembang. Awalnya muncul 1 kasus pada periksa rapid antigen mandiri. Pasca dilakukan tracing kontak erat, muncul 8 kasus lainnya.

“Kasus pertama itu hakim, lalu kami meminta para hakim melakukan rapid antigen mandiri. Ternyata ada 5 hakim lain yang terkonfirmasi positif Covid-19 pasca hasil antigen keluar,” katanya dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (15/2).

Berdasarkan data ini sebanyak 6 hakim dipastikan positif Covid-19 terhadap rapid antigen. Waktu berjalan bertambah dengan adanya 2 panitera pengganti dengan hasil positif Covid-19. Lalu adapula 1 karyawan pasca tracing di lingkungan karyawan dan honorer.

Kebijakan penutupan sejatinya telah berlangsung sejak 10 hingga 11 Februari. Hingga akhirnya diputuskan perpanjangan waktu dari 15 hingga 19 Februari. Keputusan ini diambil setelah kasus terus bertambah.

“Dari satu hakim awal diketahui kami lacak ke rekan satu ruangan. Dari 6 hakim satu ruangan, 5 diantaranya positif. Kalau kasus awal itu bergejala hilang penciuman. Rata-rata hilang penciuman,” ujarnya.

Nuryanto menambahkan, pasca temuan kasus, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat. Khususnya di wilayah tinggal masing-masing terkonfirmasi positif Covid-19. Untuk kemudian diteruskan kepada Puskemas di wilayah tinggal setiap kasus.

Delapan pasien menjalani isolasi mandiri di rumah, sementara satu pasien tepatnya seorang panitera pengganti menjalani isolasi di Asrama Haji Sleman. Langkah ini diambil guna mengoptimalkan isolasi mandiri pasien.

“Sudah koordinasi dengan Dinkes dan diteruskan ke Puskesmas untuk dikirimi obat peningkatan imunitas. Sampai saat ini belum ada konfirmasi akan lanjut PCR atau tidak,” tambahnya.

Terkait kondisi kesehatan terkini, Nuryanto memastikan seluruh pasien telah pulih. Terutama untuk indera penciuman yang sempat hilang. Untuk saat ini kesembilannya menjalani isolasi mandiri sesuai ketentuan Permenkes Revisi V.

“Tidak ada yang tindakan sampai rumah sakit, semoga tidak sampai gejala berat. Kalau untuk sumber penularan kami belum bisa memastikan. Tidak tahu dapatnya darimana karena sulit mendeteksi,” katanya.(dwi/sky)

Jogja Raya