RADAR JOGJA – Alat deteksi dini Covid-19 karya UGM, GeNose makin diminati. Di antaranya di Stasiun Tugu Jogja yang terdapat antrean panjang calon penumpang. Beda dengan antrean di pos pemeriksaan rapid antigen.

Antrean para calon penumpang yang memanfaatkan GeNose mengular di Stasiun Tugu Minggu (14/2). Manajer Humas PT KAI Daop VI Jogjakarta, Supriyanto, mengungkapkan, hingga pukul 12.00 tercatat sudah ada sekitar 1.300 penumpang yang mengantre untuk melaksanakan pemeriksaan.

Supriyatno mengungkapkan, jumlah itu jauh meningkat dibandingkan hari-hari normal. Rata-rata terdapat 700 orang di hari normal dan 900 orang saat akhir pekan. “Antrean cukup panjang karena hari ini khusus liburan ini masa berlaku hanya 1×24 jam. Kalau weekend biasa masa berlakunya 3×24 jam mungkin karena itu jadi kelihatan agak ramai,” tuturnya.

Supriyanto juga mengatakan, dalam sehari rata-rata terdapat empat hingga lima penumpang yang dinyatakan reaktif atau terindikasi tertular virus korona setelah melakukan tes. “Biasanya pada Minggu yang akan banyak penumpang itu ada tiga sampai lima orang. Hari biasa terkadang tidak ada yang terindikasi,” paparnya.

Membeludaknya antrean tes GeNose juga karena biayanya yang terjangkau. Hanya Rp 20 ribu. Hingga saat ini PT KAI menyiapkan tujuh tenaga operator untuk melayani penumpang yang ingin melakukan pemeriksaan dengan GeNose. “Nanti mereka bergiliran. Mereka adalah tenaga ahli khusus analis dari kesehatan,” bebernya.

Kendati layanan GeNose diminati sebagian besar penumpang, namun sejumlah orang tetap memilih untuk memanfaatkan metode pemeriksaan dengan rapid antigen. Dalam sehari rata-rata ada 200 penumpang yang menggunakan layanan tersebut. “Tergantung kebutuhan karena dia mungkin akan berlanjut naik pesawat atau kantor masih butuh antigen. Jadi pilihan sih masyarakat,” paparnya.

Sementara itu, PT KAI sendiri menambah akan menambah GeNose di enam stasiun mulai hari ini (15/2). Enam stasiun tersebut yakni Gambir, Solo Balapan, Bandung, Cirebon, Semarang Tawang, dan Surabaya Pasar Turi. Sehingga sejauh ini, total layanan GeNose bakal berada di delapan stasiun. Sebelumnya, fasilitas ini hanya tersedia Stasiun Pasar Senen dan Tugu.

Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo mengungkapkan, penambahan layanan itu merupakan dilakukan untuk mewujudkan komitmen Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam mengoptimalkan layanan GeNose di stasiun-stasiun yang ada di Indonesia. Dia menyebut, kereta api merupakan moda transportasi pertama yang memanfaatkan GeNose. “Kami juga menunjukkan bahwa kita bangga (GeNose) buatan Indonesia temuan dari UGM,” jelas Didiek. (kur/pra)

Jogja Raya