RADAR JOGJA – Mengkliping artikel yang berasal dari koran, tabloid maupun majalah sempat menjadi hobi yang populer. Terutama bagi kalangan yang besar di era 1990-an hingga awal 2000-an.

Bahkan dengan banyaknya peminat, ada juga pihak-pihak yang mengais rezeki dari mengkliping itu. Dahulu di Jogjakarta terdapat banyak sekali penjual kliping. Mereka biasanya berjualan sembari juga menjual buku-buku.
Seperti di Terban, ada pula di Shopping Center dekat Taman Pintar Jogja. Namun saat ini jumlah penjual kliping terus menurun. Berkembangnya industri media yang berbasis daring jadi penyebabnya.

Satu dari sedikit pedagang kliping itu adalah Tri. Wanita berusia 40 tahunan ini mengaku sudah belasan tahun berjualan buku dan kliping di Shopping Center.
Menurut dia, sampai sekarang kliping masih ada yang mencari. Meski diakui jumlahnya tidak banyak. “Kalau dulu banyak sekali yang cari. Belakangan tidak mesti ada, kadang ada yang beli, kadang tidak,” katanya saat ditemui Radar Jogja.

Saat ini Tri menjual kliping dalam bentuk masih berupa potongan koran atau majalah. Selain itu ada pula kliping yang sudah dipasang rapi dan dijilid.
Dijelaskan, kliping potongan yang masih belum ditempel, dihargai Rp 2.000 per potong. Sementara kalau yang sudah ditempel rapi dan dijilid, jauh lebih mahal. “Tergantung banyaknya halaman biasanya. Di kisaran Rp 2.000 sampai Rp. 50.000,” jelasnya.

Di tahun 1990-an hingga 2000-an awal, media massa baik koran, tabloid, maupun majalah menjadi salah satu sumber informasi bagi pelajar. Tak heran jika kala itu kliping begitu diburu. Pasalnya, terkadang mereka juga mendapatkan tugas membuat kliping dengan tema tertentu.
Sementara pedagang yang lain, Suryadi mengatakan, dia pernah punya pengalaman menarik ketika berjualan kliping. Itu terjadi ketika DIJ diguncang dua bencana sekaligus pada tahun 2006. Yakni bencana gempa bumi dan erupsi Gunung Merapi.

Dikisahkan Suryadi, dahulu ada seorang wisatawan dari Jepang yang sengaja mencari kliping media massa terkait dua kejadian bencana alam itu. Wisatawan asal Jepang itu memborong banyak sekali kliping. “Kalau total harganya hampir Rp satu juta. Rp 900 ribu sekian lah, ungkapnya. (kur/laz)

Jogja Raya