RADAR JOGJA – Petugas gabungan terdiri atas Satgas Penanganan Covid-19, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Polri, dan TNI melakukan pemeriksaan kendaraan di perbatasan pintu masuk DIJ. Pemeriksaan dilakukan di wilayah Tempel (dari arah Magelang), Prambanan (dari arah Solo) dan Temon (dari arah Purworejo).

Di tempat pos pemeriksaan itu petugas gabungan memberhentikan dan memeriksa secara ketat kendaraan yang akan memasuki wilayah DIJ, khususnya kendaraan dari luar daerah atau wisatawan. Pemeriksaan meliputi kelengkapan surat identitas kesehatan seperti rapid antigen dan sejenisnya.
Pengendara diminta menunjukkan hasil rapid antigen. Itu jika pelat nomor kendaraan berasal dari zona merah luar DIJ. “Dari Dinas Perhubungan (Dishub) kegiatan ini dilakukan mulai 12 hingga 14 Februari mendatang,” ungkap Kabid Keselamatan dan Teknologi Transportasi Dishub Sleman Didit Suranto di sela bertugas di Tempel, Sleman, Jumat (12/2).

ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA

Namun, kata Didit, khusus di hari pertama penyekatan pengendara berpelat wilayah zona merah disetop. Mereka diminta melakukan swab antigen. Jika pengendara tidak mampu menunjukkan surat bebas Covid-19 atau hasil swab antigen, diminta menjalani swab antigen yang disediakan petugas secara gratis. Swab dilakukan di posko yang tersedia.

“Swab ini disediakan oleh Polri, khusus hari ini, (Jumat, Red),” ujar Didit. Bagi pengemudi yang menolak melakukan swab dan tidak menunjukkan hasil swab negatif, terpaksa diminta putar balik. Hingga pukul 09.30 sudah lima kendaraan diminta putar balik. Rata-rata kendaraan itu berasal dari wilayah zona merah, salah satunya Kudus.

Anggota Polres Sleman Arif Yoga Indrastama menambahkan, yang ikut rapid antigen secara acak sekitar 50 orang. Hasilnya negatif semua. Untuk Pos Prambanan dan Pos Tempel mendapatkan jatah yang sama, berupa 50 kit rapid antigen.

Hanya saja penggunaan alat penguji kesehatan Covid-19 tidak di semua shift. “Setiap shift dapat 50 rapid antigen. Kalau untuk pelaksanaan rapid antigen berlangsung tiga hari, rencana sampai hari Minggu besok (14/2),” katanya.
Sementara itu, Pemprov DIJ melakukan pengetatan di perbatasan masuk wilayah DIJ sejak Kamis (11/2) lalu. Pengetatan itu dilakukan sebagai upaya untuk mencegah dan meminimalisasi persebaran virus korona.

Pemprov melaksanakan pemeriksaan atau skrining terhadap kendaraan yang melintasi perbatasan masuk dan keluar wilayah DIJ. Skrining di pintu perbatasan itu akan dilakukan selama periode libur Tahun Baru Imlek 2020 atau hingga Minggu (14/2).

Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Tengah. Mereka sepakat hanya kendaraan yang akan keluar wilayah provinsi yang bakal dicek surat kelengkapannya.
Masyarakat yang hendak melakukan perjalanan keluar daerah diharuskan membawa surat keterangan negatif rapid test antigen, GeNose ataupun PCR. “DIJ melakukan skrining orang yang mau keluar. Jateng juga skrining yang mau keluar. Supaya kita tidak nyegati orang yang sudah melakukan perjalanan jauh,” tandas Aji. (mel/kur/laz)

Jogja Raya