RADAR JOGJA – Pemkot Jogja akan menolak wisatawan yang berlibur ke Kota Jogja tanpa membawa surat sehat. Termasuk dengan melakukan pemeriksaan acak surat keterangan sehat di obyek wisata untuk kendaraan pelat luar daerah.

Kepala Satpol PP Kota Jogja, Agus Winarto mengatakan pemeriksaan atau patroli akan mulai diintensifkan hari ini (13/2). Agus menjelaskan obyek wisata yang akan menjadi sasaran selain di garis sumbu filosofi Jogja dari Tugu-Keraton juga di beberapa obyek wisata seperti Taman Pintar dan Taman Sari. “Kalau (destinasi wisata) pada buka pasti akan kita masuki. Termasuk nanti diparkiran-parkiran wisata juga akan kami cek,” ujarnya Jumat (12/2).

Pengecekan akan melibatkan tiga regu atau sekitar 30 personel. Skenario yang dilakukan ialah patroli keliling Kota Jogja. Jika diketahui adanya kendaraan berpelat luar daerah di parkir-parkir wisata maupun titik-titik wisata maka akan didatangi untuk pengecekan. Pun wisatawan yang bersifat rombongan, pimpinan rombongan akan dimintai tanggung jawab apakah membawa surat keterangan hasil rapid maupun swab test Antigen.

Agus menjanjikan tidak tebang pilih. Wisatawan baik yang bersifat rombongan menggunakan bus pariwisata maupun kendaraan pribadi tidak mampu menunjukkan kelengkapan tersebut maka tidak segan-segan akan menerima penindakan. “Kalau perlu tidak boleh keluar dari kendaraan atau bus,” katanya yang menyebut pengecekan acak dilakukan hingga Minggu (14/2).

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, pengecekan secara acak surat keterangan bebas Covid-19 hasil rapid atau swab test Antigen menjadi bagian penting untuk menjamin benar bahwa wisatawan yang berkunjung ke Jogja dalam kondisi sehat. “Orang yang berpergian antarkota betul-betul harus orang yang sehat, jadi akan kami lakukan pengecekan secara acak,” katanya.

Dengan batas wilayah yang cukup banyak, dipastikan semakin tidak mampu menekan mobilitas masyarakat. Maupun melakukan pengecekan surat kesehatan secara menyeluruh terhadap semua pelancong. “Kami acak pengecekan di beberapa destinasi wisata untuk melihat dan memastikan bahwa mereka yang datang adalah orang-orang yang sehat,” tambahnya.

Meski, saat ini sudah penerapan PPKM mikro se-Jawa-Bali memang diharapkan masyarakat patuh terhadap aturan untuk tidak pergi. Karena sejatinya, dengan penerapan itu untuk melihat keefektifan pengendalian kasus agar semakin bisa menurun. Karena mobilitas masyarakat harus menjadi kunci suksesnya aturan yang diterapkan. “Karena kan sudah dinyatakan bahwa PTKM harapannya orang tidak kemana mana,” tambahnya. (wia/pra)

Jogja Raya