RADAR JOGJA – Selain perayaan yang berbeda, para penjual pernak pernik khas Imlek pun terkena dampaknya. Dibanding tahun lalu, penjualan tahun ini cenderung layu. Salah satunya dirasakan pembuat lampion hand made Stefan Ronni Setiawan.

Stefan mengaku omzet penjualan menurun sekitar 50 persen selama pandemi ini. Bahkan H-3 Imlek saja masih sepi pembeli. Padahal biasanya mendekati hari H ia sudah kebanjiran pesanan. “Biasanya sudah ramai banget, kan saya juga jual secara online. Yang beli biasanya dari hotel, kafe, dan kantor-kantor,” katanya kepada Radar Jogja (10/2).

Stefan sudah berjualan pernak pernik Imlek sejak lima tahun lalu. Pria kelahiran 5 Desember 1992 ini menuturkan, lampion yang diproduksi sendiri itu terbuat dari bahan kertas angpao. Yang berwarna merah bergambar khas Imlek. Di bagian sisi sudut luar lampion berbentuk segi enam itu terdapat hiasan yang mengelilingi.

“Kalau lampion yang produksi sendiri itu buatan saya sendiri. Ya hand made gitu. Kadang juga masih ada yang mencari berbarengan dengan lampion yang biasanya diproduksi pabrik,” paparnya.

Toko milik Stefan yang terletak di Jalan Letjend Suprapto, Ngampilan, Kota Jogja itu menyediakan berbagai macam pernak pernik khas Imlek. Selain memproduksi lampion kertas, ia juga menjual beberapa item lain. Seperti lampion impor, kartu ucapan, hiasan dinding/stiker, gantungan, hingga amplop angpao.

Harganya pun bervariasi. Mulai dari Rp 2 ribu hingga ratusan ribu. Pria 28 tahun itu berujar, biasanya yang paling banyak diburu yakni lampion dan amplop angpao. “Di tempat saya rata-rata lampion yang laku karena simbol pengharapan dan kebahagiaan, ya warna merah. Lampion selalu jadi incaran, biasanya setiap Imlek banyak orang menggantinya dengan yang baru,” ujar pria kelahiran Sleman itu.

Yang pasti, doa dan harapan dipanjatkan Stefan di tahun kerbau logam ini. Dia berharap pandemi di tanah air segera teratasi, sehingga semua sektor terdampak bisa segera bangkit. “Tahun baru pinginnya ada harapan baru dan semangat baru. Semoga bisa lebih baik dari tahun sebelumnya dan pandemi berakhir,” harapnya. (ard/laz)

Jogja Raya