RADAR JOGJA – Pemprov DIJ memulai penjagaan wilayah perbatasan Jogjakarta dengan Jawa Tengah selama libur panjang Imlek Kamis malam (11/2). Langkah ini guna menjaring para pelaku perjalanan yang tak melengkapi diri dengan surat bebas Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Tiga titik penjagaan diantaranya pintu masuk Kapanewon Prambanan, Kapenewon Tempel dan Kapanewon Temon.

Kabid Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan DIJ Bagas Senoaji memastikan tak ada perubahan pola. Dalam penyekatan ini, Dishub DIJ menggunakan pola yang telah ada. Berupa pemeriksaan secara acak bagi kendaraan dengan plat nomor luar Jogjakarta.

“Pelaksanaan penyekatan dan pemeriksaan surat bebas Covid-19 dilakukan secara random selama masa liburan Imlek ini. Jadi mulai hari ini tapi malam hari,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (11/2).

Penjagaan wilayah perbatasan terbagi menjadi 3 shift setiap harinya. Hanya saja Bagas enggan membeberkan detik waktu pelaksanan. Dia tak ingin informasi operasi bocor. Sehingga para pelaku perjalanan jauh bisa mencari celah.

Interval penjagaan perbatasan berlangsung antara siang hingga malam hari. Tepatnya dari pukul 09.00 hingga 21.00 setiap harinya. Fokus penyekatan adalah kendaraan bermotor dengan plat luar Jogjakarta.

“Yang jelas pagi siang malam ada penjagaan tapi tidak kami sampaikan kepada masyarakat jam-jamnya. Dengan tujuan itu tidak menjadi peluang kebocoran,” katanya.

Berbeda dengan Polri, Pemprov DIJ hanya menyasar tiga titik perbatasan, yakni mulai dari perbatasan Prambanan dengan Magelang, perbatasan Tempel dengan Magelang dan perbatasan Temon dengan Purworejo. Sementara untuk kawasan Hargo Dumilah Gunungkidul akan menjadi tanggungjawab Kabupaten Gunungkidul.

Bagas menyadari Gunungkidul cukup rentan lolos. Ini karena wilayah tersebut memilih celah pintu masuk dari Klaten, Wonogiri dan beberapa akses jalan lainnya dari wilayah timur. Atas fakta ini, dia meminta Dinas Perhubungan Gunungkidul lebih ketat dalam melakukan penyekatan.

“Dishub Kabupaten Gunungkidul kami arahkan penyekatan di daerah Semin, Hargodumilah dan di objek wisata pantai selatan. Agar bisa memfilter pelaku perjalanan yang lolos dari penjagaan di tiga posko utama,” ujarnya.

Bagas menambahkan, terkait surat bebas Covid-19 bisa dengan rapid antigen, swab Polymerase Chain Reaction (PCR) atau GeNose C19. Tentunya dengan hasil negatif terhadap Covid-19. Dia menyarankan agar pelaku perjalanan melakukan tes kesehatan dari daerah keberangkatan.

Tak ada sanksi bagi pelaku perjalanan yang tidak membawa surat bebas Covid-19. Skema awal apabila tak membawa surat, diminta melakukan tes kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Apabila tetap menolak maka pelaku perjalanan tidak boleh masuk ke Jogjakarta.

“Itu kalau misalnya pelaku perjalanan tidak bersedia tes antigen, ya harus putar balik. Soalnya itu persyaratan to. Jika memang ingin melakukan perjalanan harus melengkapi dokumen kesehatan. Mulai memiliki rapid antigen hingga surat izin dari pimpinan dan sebagainya,” tambahnya.

Bagas menegaskan pemeriksaan tak hanya berlangsung di wilayah perbatasan. Adapula pemeriksaan di beberapa objek wisata. Giat ini mengadaptasi sistem patroli yang sudah ada. Khususnya atas penerapan protokol kesehatan Covid-19.

“Kami juga patroli di objek-objek wisata. Sudah sejak tahun kemarin kami lakukan. Setiap akhir pekan secara random sudah lakukan. Setiap akhir pekan secara random sudah lakukan patroli di objek wisata,” tegasnya.(dwi/sky)

Jogja Raya