RADAR JOGJA – Polda DIJ mendirikan 4 posko penjagaan di sejumlah perbatasan Jogjakarta dan Jawa Tengah. Posko ini untuk menguatkan kebijakan milik Pemerintah Provinsi DIJ. Berupa pemeriksaan surat bebas Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) bagi pelaku perjalanan jarak jauh.

Empat posko berada di Kapanewon Tempel, Kapanewon Prambanan, Kapenewon Temon, dan di Hargo Dumilah Kapanewon Patuk. Setiap posko akan dijaga personel gabungan. Selain dari anggota Polri adapula TNI, Dinas Perhubungan hingga Satpol PP.

“Jadi untuk posko pemeriksaan di perbatasan, Polda DIJ membantu Pemda untuk melakukan upaya penyekatan. Ada di 4 tempat jalan-jalan yang masuk ke Jogjakarta. Terutama memeriksa surat bebas Covid-19,” jelas Kapolda DIJ Irjen Pol Asep Suhendar ditemui di Mapolda DIJ, Kamis (11/2).

Dalam kesempatan ini Asep meminta warga patuh. Khususnya untuk membawa surat bebas Covid-19 sebelum masuk ke Jogjakarta. Bisa meliputi hasil pemeriksaan rapid antigen, swab Polymerase Chain Reaction (PCR) atau dari GeNose C19.

“Karena saat ini memang kondisi masih pandemi Covid-19. Jadi memang mengikuti kebijakan yang sudah ada,” katanya.

Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yuliyanto menuturkan pihaknya menambah satu posko penjagaan. Awalnya Pemprov DIJ hanya menetapkan penjagaan di tiga titik. Meliputi perbatasan Tempel dengan Magelang, Prambanan dengan Klaten dan Temon dengan Purworejo.

Berdasarkan kajian akhirnya diputuskan penambahan posko di Hargodumilah, Patuk Gunungkidul. Pertimbangannya titik adalah pintu masuk ke arah destinasi wisata. Sebagai antisipasi apabila para pelaku perjalanan luar kota lolos dari penjagaan di tiga pintu perbatasan.

“Kenapa Hargo Dumilah karena itu tempat mengarah ke tempat wisata. Artinya yang mengarah ke Gunungkidul bukan dari arah Pacitan tapi dari Hargo Dumilah. Bisa jadi di tiga titik tadi lolos orang mau ke Gunungkidul maka dilakukan pemeriksaan di  titik tersebut,” ujarnya.

Efektivitas penjagaan sesuai masa libur panjang Imlek. Perencanaan awal, penjagaan akan berlangsung dari Kamis malam (11/2) hingga Sabtu (13/2). Walau begitu ada evaluatif perencanaan. Apabila diperlukan maka akan ada perpanjangan.

Tak hanya penjagaan, Ditlantas Polda DIJ juga melakukan pemeriksaan rapid antigen secara acak. Pihaknya telah menyiapkan 1.000 kit rapid antigen. Sasarannya para pelaku perjalanan yang tidak membawa surat bebas Covid-19.

“Rapid antigen itu secara acak oleh Ditlantas. Kalau misalnya menemukan yang positif (Covid-19) maka akan segera dilakukan tindakan pencegahan,” katanya. (dwi/ila)

Jogja Raya