RADAR JOGJA – Perpanjangan pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM) di DIJ resmi diperpanjang sejak kemarin (9/2). Dimana, sesuai dengan Instruksi Gubernur (Ingub) No 5/2021 ada salah satu kebijakan baru yakni pengetatan dan penentuan zonasi penularan di tingkat RT/RW.

Untuk di kabupaten Kulonprogo sendiri, gugus tugas setempat sudah mulai mendirikan posko satuan tugas (satgas) Covid-19 di tiap kalurahan. Serta melakukan pemantauan terhadap penentuan zona pada tiap wilayah.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana menyampaikan bahwa dalam upaya penentuan zona tersebut pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan. Pemantauannya pun akan bersifat real time dan akan terus dilaporkan kepada gugua tugas.

Sesuai dengan kebijakan yang berlaku, penentuan zonasi berdasar pada jumlah penularan di tingkat RT/RW. Dikatakan zona hijau apabila dalam satu RT tidak ada kasus positif selama periode 7 hari terakhir, lalu zona kuning bila terdapat bila 1-5 kasus. Kemudian zona oranye jika ada temuan enam sampai sepuluh kasus. Sedangkan zona merah bila melebihi sebanyak sepuluh asus.

”Penentuan zona nanti sifatnya real-time. Karena kami tahu bahwa data penularan Covid-19 ini sifatnya memang berubah-ubah,” ujar Fajar usai menggelar rapat koordinasi kebijakan baru PTKM di komplek Pemkab Kulonprogo, Selasa (9/2).

Selain itu, lanjut Fajar, pihaknya kini juga telah mendorong tiap kalurahan agar dapat membangun posko satgas Covid-19 di tiap wilayah. Pembangunan posko pun diminta harus sudah mulai dilakukan dari sekarang.

Kemudian terkait peran dan fungsi posko itu sendiri, Fajar menjelaskan bahwa para petugas posko berasal dari berbagai elemen. Berbagai upaya akan dilakukan oleh petugas untuk mencegah penularan virus di masyarakat pada tingkat mikro. Dengan harapan agar jumlah kasus Covid-19 bisa ditekan.
”Petugas posko yang di tiap kalurahan nanti bisa melakukan teguran apabila terjadi pelanggaran. Serta juga kami lakukan edukasi,” ujarnya.

Sebelumnya, terkait dengan adanya kebijakan baru perpanjangan PTKM ini, Penanggung jawab Jabatan (Pj) Lurah Desa Sendangsari Kapanewon Pengasih Kabupaten Kulonprogo, Syamsudin menyatakan pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan. Baik itu tahapan sosialisasi maupun penyiapan anggaran. Serta upaya penanganan jika ada warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Syamsudin menyatakan, wilayah Sendangsari sendiri sudah menyiapkan dana sebesar Rp 50 juta yang dialokasikan untuk penanganan Covid-19 selama masa perpanjangan PTKM. Dimana dana tersebut diambil dari APBDes yang jumlah total keseluruhannya mencapai Rp 1,5 miliar.

“Dana kami memang sangat terbatas karena ada alokasi untuk BLT dan lainnya. Namun untuk kebijakan itu sudah kami siapkan sebesar Rp 50 juta yang di alokasikan untuk upaya pencegahan dan penanganan. Seperti patroli, penyiapan APD dan penanganan pasien positif,” terang Syamsudin. (inu/bah)

Jogja Raya