RADAR JOGJA – Warga di Kalurahan Purwomartani, Kalasan, kembali menerima uang ganti untung lahan terdampak proyek jalan tol Jogja-Solo, Senin (8/2). Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran Rp 57,03 miliar untuk pemilik 62 bidang tanah.

Ganti untung ini merupakan tahap ke dua, lanjutan pembayaran perdana 8 Januari lalu. Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIJ Krido Suprayitno mengatakan, tahapan ini masih sebagian. Melanjutkan kepemilikan tanah di Padukuhan Temanggul II.

ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA

Jumlah sasarannya pun berdasarkan alokasi dana yang digulirkan dari pemerintah pusat. “Sehingga ini masih sebagian kecil,” ungkap Krido di Kantor Kalurahan Purwomartani, Senin (8/2).

Menurutnya, tahapan ini terlaksana dengan baik. Tim pengadaan tanah telah melakukan kegiatan sesuai rencana, sehingga proses berikutnya melakukan validasi dan appraisal. Sebagian bidang tanah masih menunggu surat persetujuan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Disebutkan, dari enam padukuhan terdampak di Purwomartani, jangka pendek pembayaran akan lebih dulu disiapkan sisa bidang terdampak yang belum terbayarkan di Padukuha Temanggal II. Lahan yang terbebaskan paling sedikit kecil luasnya empat meter persegi atau senilai Rp 15 juta sekian. Sementara terbanyak Rp 5,38 miliar dengan luas 833 meter persegi.

“Sebanyak 125 bidang masih menunggu surat persetujuan LMAN. Di Padukuhan Kadirojo II sisa 11 bidang,” sebutnya. Sehingga, jika ditotal keseluruhan kepemilikan bidang tanah yang sudah terbayarkan ada 87 orang di Purwomartani. Selain di Purwomartani, kalurahan terdampak lainnya adalah Tamanmartani, Tirtomartani, dan Selomartani.

Kepala Kanwil BPN DIJ Suhendro menambahkan, terkait kapan ganti untung dirampungkan, semua bergantung anggaran pusat. BPN sudah menyelesaikan pendataan fisik, pengukuran pendataan yuridis terkait hak kepemilikan, termasuk pendataan benda-benda di atas tanah yang akan dibebaskan.
“Itu sudah selesai semua. Diserahkan utuk penilaian tanah tim appraisal. Kalau nilainya nanti ini harus lelang ya di lelang. Sekarang baru 87 kepemilikan bidang dari 962 orang. Sementara appraisal baru 292 bidang dari total 900-an bidang,” tambah Suhendro. (mel/laz)

Jogja Raya