WRADAR JOGJA – Tak semua pasien Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang sembuh bisa menjadi pendonor plasma konvalesen. Hal itu diungkapkan Manager Kualitas PMI Kota Jogja Naila Amalia. Menurutnya, setiap pendonor wajib memenuhi persyaratan, salah satunya telah sembuh dari Covid-19 dan tak memiliki riwayat penyakit penyerta atau komorbid.

Persyaratan sembuh dari Covid-19 harus disertai bukti legal. Di antaranya surat keterangan sembuh atau surat swab PCR dengan hasil negatif dari rumah sakit. Lalu tak menunjukkan gejala selama 14 hari setelah dinyatakan sembuh.

“Memenuhi kriteria donor secara umum, tidak punya penyakit komorbid kemudian juga benar-benar dalam beberapa hari sebelum donor itu sehat tanpa ada gejala fluex syndrome atau yang lainnya,” jelasnya ditemui di Kantor PMI Kota Jogja, Senin (8/2).

Tak cukup sampai di situ, setiap pendonor juga wajib memiliki berat badan minimal 55 kilogram. Selain itu juga diutamakan pendonor berjenis kelamin pria. Pertimbangan medis adalah pendonor perempuan memiliki resiko antibodi anti Human Leukocyte antigen (HLA). “Perempuan sebenarnya bisa tapi harus yang belum pernah hamil karena pertimbangan antibodi anti HLA itu. Kenapa, karena bisa jadi berbahaya untuk pasien,” katanya.

Sebelum menjalani donor, pendonor terlebih dahulu menjalani wawancara dan mengisi data. Selanjutnya pendonor akan menjalani pemeriksaan sampel kadar antibodi terhadap Covid-19. Termasuk didalamnya pengecekan penyakit menular lewat transfusi darah. Seperti Hepatitis B dan C, HIV, dan sipilis.

Itulah mengapa jumlah pendonor yang lolos masih sangat kecil. Sejak dibuka 11 Januari lalu, baru sekitar 19 orang yang menyumbangkan plasma konvalesen. Sementara total pendaftar hingga saat ini mencapai 80 orang.

“Tidak semua pasien positif Covid-19 bisa menyumbang. Mantan pasien tanpa gejala juga tidak bisa karena antibodinya tidak memenuhi. Lalu ada yang antibodi memenuhi tapi syarat yang lain misal hematologinya ada tanda-tanda infeksius berarti  belum bisa diambil plasmanya,” ujarnya.

Pasca program berjalan, setidaknya telah ada 20 pasien Covid-19 yang telah menerima donor plasma konvalesen. Seluruh penerima donor tergolong sebagai pasien Covid-19 bergejala berat. Setiap pasien setidaknya menerima sekitar 200 CC plasma konvalesen.

Dalam satu kali donor, mantan pasien Covid-19 akan menyumbangkan 450 CC plasma konvalesen. Satu kantong plasma ini bisa diberikan kepada 2 pasien Covid-19 bergejala. Setiap pendonor juga bisa mendonorkan kembali plasmanya selang 14 hari kemudian.

“Jadi untuk donor plasma konvalesen ini bisa dilakukan setiap dua minggu sekali, beda dengan donor darah biasa yang waktunya 2 bulan sekali. Tapi tentunya dengan prosedur seleksi yang sama. Misalkan setelah 2 minggu ternyata antibodinya berkurang maka tidak bisa,” katanya. (dwi/ila)

Jogja Raya