RADAR JOGJA – Program Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) di DIJ yang sedianya berakhir hari ini, kembali diperpanjang. Perpanjangan PTKM kali ini berlangsung selama dua pekan atau akan berakhir 23 Februari.

Keputusan itu merupakan kesepakatan bersama antara Gubernur Hamengku Buwono X dengan bupati/wali kota se-DIJ pada rapat tindak lanjut penanganan Covid-19 DIJ, Sabtu (6/2) di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan. “Akan ada SK Gubernur, selanjutnya ada SK Bupati/Wali Kota untuk melakukan perpanjangan PTKM selama dua minggu, mulai 9 Februari hingga 23 Februari 2021,” kata HB X.

Lebih lanjut gubernur juga menjelaskan, arah perpanjangan PTKM ketiga ini adalah untuk mengawasi mobilitas masyarakat di level akar rumput. Itu sesuai dengan instruksi dari pemerintah pusat. “Menjaga warga untuk mengawasi mobilitas di level itu. Intinya membatasi kegiatan masyarakat hingga unit paling kecil,” katanya.

HB X menyebut salah satu alasan untuk tetap memperpanjang PTKM di DIJ adalah kasus positif Covid-19 masih tinggi. Itu terjadi baik secara nasional dan juga di level DIJ.

Diakui, penularan kasus positif virus korona saat ini tidak hanya terjadi di perkantoran saja. Tapi sudah masuk ke lingkungan lebih kecil seperti tetangga dan keluarga. Adanya fenomena itu menjadikan peran masyarakat, khususnya di level RT/RW, memiliki kontribusi cukup besar untuk memutus mata rantai persebaran Covid-19.

Khususnya yang berkaitan dengan penegakan protokol kesehatan (prokes) dan mobilitas, sehingga bisa dilakukan pemetaan zona-zona di dusun. Seperti yang diungkapkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ Biwara Yuswantana.

“Adanya gerakan jaga warga diharapkan menjadi gerakan bersama untuk saling menjaga lingkungan di tingkat paling bawah, terutama dalam menerapkan prokes,” kata Biwara.

Sementara itu, dalam laporan yang dikeluarkan Minggu (7/2) petang, penambahan kasus positif di DIJ mengalami penurunan. Namun jumlah penambahan juga masih bisa dikatakan dalam level yang mengkhawatirkan.
Setelah sempat bertahan di angka 200 hingga 300-an, penambahan kasus positif korona di DIJ kemarin “hanya” menyentuh angka 145 kasus. Sehingga saat ini total kasus positif korona di DIJ sudah mencapai 23.548 kasus.

Penambahan kasus sembuh juga tak kalah banyak kemarin. Total ada 213 kasus sembuh baru di DIJ. “Penambahan kasus meninggal dunia sebanyak tiga kasus, total kasus meninggal ada 540 kasus,” kata Juru Bicara Pemprov DIJ untuk penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih. (kur/laz)

Jogja Raya