RADAR JOGJA – Provinsi tetangga DIJ, Jawa Tengah mulai hari ini (6/2) hingga besok (7/2) menetapkan kebijakan “di rumah saja” untuk seluruh warganya. Kebijakan itu dilakukan untuk mengurangi mobilitas masyarakat. Tapi dampaknya bisa dirasakan DIJ.

Kebijakan itu mengatur beberapa hal. Salah satunya penutupan pusat perbelanjaan seperti mal, pasar maupun tempat-tempat wisata di Jawa Tengah. Dikhawatirkan wisatawan dari Jawa Tengah justru berbondong-bondong ke DIJ yang tidak melakukan kebijakan serupa.

Sekretaris Provinsi DIJ Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, Pemprov DIJ baru akan membahas mengenai kebijakan yang akan diambil terkait hal itu, hari ini (6/2). “Gubernur baru akan mengumpulkan bupati dan wali kota pada Sabtu pagi,” kata Aji saat ditemui di kantornya, Kepatihan, Jumat (5/2).

Aji juga menjelaskan, Gubernur Hamengku Buwono X baru saja pulang dari Jakarta. HB X diketahui menemui Presiden Joko Widodo bersama gubernur lain dari seluruh Jawa dan Bali. Pertemuan untuk membahas mengenai opsi-opsi lain yang bisa diambil setelah masa Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kedua berakhir 8 Februari mendatang.

Belakangan ada isu yang beredar jika PPKM akan diperpanjang oleh pemerintah pusat, mengingat selama ini kasus penularan virus korona di Indonesia masih tinggi. Kendati demikian, Aji menyatakan pihaknya masih belum menerima surat soal rencana perpanjangan itu.

Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIJ juga memandang kebijakan pemberlakuan Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) di DIJ masih perlu dilakukan evaluasi. Pasalnya, Pemprov DIJ dinilai kurang tegas dalam menentukan poin dalam penyusunan PTKM.

Ketua DPRD DIJ Nuryadi menilai, Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 4/INSTR/2021 tentang perpanjangan PTKM kurang mengatur secara detail. Ia menganggap seharusnya Pemprov DIJ bisa lebih berani dalam menentukan kebijakan, karena DIJ hanya memiliki lima wilayah kabupaten dan kota. “Ingub tidak mengatur detail. Jadi jangan kebanyakan aturan. Menghadapi Covid-19 harus kompak. Jangan banyak aturan,” kata Nuryadi.

Sementara itu Ketua BPD perhimpunan hotel dan restoran Indonesia (PHRI) Deddy Pranowo Eryono mengajak wisatawan maupun warga di DIJ untuk staycation. Dengan menginap di hotel dan makan di restoran selama dua hari di akhir pekan ini. Terutama di hotel dan restoran yang sudah mendapatkan sertifikasi protokol kesehatan. Menurut dia, staycation di akhir pekan ini bisa membantu kalangan perhotelan dan restoran di DIJ. “Hanya dua hari di akhir pekan ini kami ajak untuk staycation di hotel dan makan di restoran,” ajaknya.(kur/laz)

Jogja Raya