RADAR JOGJA-Kelenteng Fuk Ling Miau Gondomanan Kota Jogja telah bersiap menyambut perayaan Imlek tahun ini dengan protokol kesehatan ketat.

Setiap menyambut Imlek, pembersihan patung biasanya rutin dilakukan di kelenteng Gondomanan dan lainnya. Dalam kepercayaan yang dianut, pembersihan patung ini lantaran para dewa sudah naik ke kayangan.

Saat imlek sebelum pandemi, biasanya ratusan umat bakal hilir mudik berdoa bersama setiap hari di Kelenteng yang dulunya bernama Hok Ling Miau ini.

Kelenteng ini didirikan pada tahun 1854. Kelenteng ini merupakan hadiah Hamengkubuwono II untuk selirnya yang berasal dari daratan Tiongkok.

Ketua Pengurus Kelenteng Fuk Ling Miau Gondomanan Angling Wijaya mengatakan, di masa pandemi ini perayaan Imlek di klenteng  jelas tidak mengijinkan adanya kerumunan.

“Jadi saat detik-detik imlek itu kami rayakan sebentar dengan menyalakan lilin lalu berdoa bersama kemudian selesai, tidak ada eforia seperti tahun tahun sebelumnya untuk menghindari kerumunan yang memicu Covid-19,” katanya Rabu (10/2).

Angling menambahkan,  pembatasan umat saat perayaan imlek di klenteng itu hanya maksimal 30 orang dalam satu sesi secara bergantian untuk berdoa.

Untuk persiapan imlek ini memang diakui tak seperti tahun lalu. Meski tradisi pasang lampion dan lilin tetap diijinkan.

“Fokus kami tetap ritual ibadahnya, pasang lilin kan memang tradisi agar yang memasang diberi keberkahan, kita akan berdoa bersama agar Corona segera berlalu,” tambahnya.

Angling berharap, masa pandemi ini segera berlalu dan semua bisa kembali beraktivitas normal. Pihaknya pun menuturkan melalui kebijakan PPKM ini diharapkan semakin bisa memutus rantai penularan kasus dan Covid-19 segera sirna, ujarnya. (sky)

Jogja Raya