RADAR JOGJA – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kota Jogja menerima suntikan dosis kedua vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Pratama kemarin (29/1). Sebelumnya mereka merupakan kesepuluh orang yang sudah melakukan injeksi pertamanya tepat dua pekan silam.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan injeksi kedua ini tidak ada perbedaan yang signifikan. Tetap melalui proses pemeriksaan kesehatan seperti tensi, penyakit tidak menular dan lain-lain. Hanya, perbedaannya dibanding yang pertama lalu pada injeksi kali ini memunculkan efek pegal di badan.

”Kalau rasanya yang kedua ini memang beda. Lebih antep ini daripada kemarin, ini saya merasakan agak pegal semoga ini reaksi untuk membentuk antibodi,” katanya usai mendapat suntikan kedua vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Pratama.

Sebanyak sepuluh pejabat Forkompimda dan tokoh publik mendapat suntikan dosis kedua setelah melakukan suntikan pertama dua pekan lalu. Selain Wakil Wali Kota Jogja, ada Kapolresta Jogja Kombes Pol Purwadi, Kepala Pengadilan Negeri Jogja Frida Ariyani, Wakil Ketua II DPRD Kota Jogja Dhian Novitasari, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja Emma Rahmi Aryani, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jogja Nur Abadi, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Jogja dan beberapa tokoh perwakilan agama di Kota Jogja.

Selain itu, ada tambahan empat pejabat Forkompimda dan tokoh organisasi profesi yang mendapat suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama. Mereka yakni Danlanal Jogja Kolonel Marinir Harry Indarto, Dandim 0734/Jogja Kolonel Arm Tejo Widhuro, Ketua  Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Edi Sumbodo dan Ketua Ikatan Bidan Indonesia  (IBI) Ummatul Baroroh.

”Vaksinasi yang tahap pertama dosis pertama ini masih ada, terus yang (suntikan) dosis kedua juga sudah jalan,” ujarnya.

Dari hasil perhitungan, diperkirakan pada akhir Februari atau pertengahan Maret 2021, vaksinasi Covid-19 akan selesai untuk seluruh tenaga kesehatan yang memenuhi syarat di Kota Jogja. “Yang penting vaksin tersedia, kami juga bisa jalan. Karena di hari-hari ini kami diminta untuk meningkatkan jumlah yang divaksin Covid-19, semakin banyak,” jelasnya.

Jika vaksinasi tahap pertama sasaran nakes ini bisa selesai sesuai waktu yang ditargetkan, maka akan dilanjutkan untuk tahap kedua. Meliputi, petugas pelayan publik dan kelompok warga lanjut usia. ”Jadi kisaran bulan April sebagian lansia kemungkinan dan aparat pelayan publik sudah bisa masuk proses vaksinasi,” tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani mengatakan capaian vaksinasi tahap pertama nakes sampai saat ini mencapai 67,28 persen dari sekitar 8.680 sasaran yang ada di fasyankes kota Jogja. Dinkes kota juga telah menerima vaksin termin kedua sebanyak 9.600 dosis dengan kelengkapannya alat suntik alkohol swab dan box atau safety box. Vaksinasi ini merupakan bagian dari pencegahan dan pengendalian Covid-19.

“Tujuan vaksinasi untuk membentuk kekebalan kelompok. Idealnya seluruh penduduk divaksinasi. Jika tidak tercapai 100 persen, paling tidak menurut epidemiologi angka minimum yang diperlukan adalah 70 persen dari jumlah penduduk,” katanya.

Diharapkan dengan penyuntikan vaksinasi Covid-19 kepada pejabat Forkompimda dan para tokoh bisa menjadi contoh bagi masyarakat. Sehingga masyarakat tidak akan takut pada saatnya nanti tahap selanjutnya divaksinasi. ”Karena, sudah ada panutan para tokoh yang sudah disuntik vaksin Covid-19 dan tidak ada efek yang berarti,” jelasnya. (wia/bah)

Jogja Raya