RADAR JOGJA – Pesisir pantai di Kulonprogo mulai tak ramah untuk hewan laut. Setelah sebelumnya warga pesisir Pantai Congot menemukan bangkai penyu yang mati karena diduga memakan plastik. Tak berselang lama ditemukan kembali bangkai lumba-lumba di wilayah Pantai Trisik.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Kulonprogo, Aris Widyatmoko menyampaikan bahwa penemuan bangkai mamalia laut tersebut pertama kali diketahui warga pada Selasa (26/1) sekitar pukul 16.30.
Menurut dia, lumba-lumba tersebut saat ditemukan sudah dalam kondisi membusuk dan mengeluarkan bau menyengat. Hewan itu berbobot sekitar 50 kilogram dengan panjang tubuh dua meter.

Aris menyampaikan, bangkai lumba-lumba yang ditemukan warga itu telah dikuburkan di sekitar lokasi penemuan. Agar bau menyengat yang dihasilkan tidak menggangu warga.

Tapi, lanjut dia, tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jogjakarta rencananya akan membongkar kuburan bangkai binatang tersebut. Guna melakukan pemeriksaan terkait penyebab pasti kematian lumba-lumba itu. “Belum bisa dipastikan penyebab kematiannya, dari pengamatan kami tidak terlihat adanya luka di tubuh lumba-lumba itu, namun kami enggan berspekulasi,” ujar Aris saat dikonfirmasi Rabu (27/1).

Sebelumnya, seekor penyu ditemukan mati di kawasan Pantai Congot, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulonprogo pada Selasa pagi (26/1). Diduga binatang berjenis penyu hijau tersebut mati karena memakan plastik.

Anggota BKSDA Jogjakarta Widodo mengungkapkan, bahwa penyu tersebut ditemukan oleh anggota SAR sekitar pukul 05.30. Sebelum ditemukan oleh petugas balai, penyu yang memiliki panjang 90 sentimeter tersebut sudah dikubur terlebih dahulu oleh warga sekitar. “Setelah kami lakukan pembongkaran diduga penyu ini mati karena faktor makanan. Dan menurut pengalaman lebih banyak memakan plastik, sehingga mengakibatkan saluran pencernaan infeksi dan kemudian penyu mati,” ujar Widodo. (inu/pra)

Jogja Raya